Madiun

Komputer Raib Tanggung Jawab Sekolah

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun memberi catatan khusus pada SMPN 1 Kare yang dibobol maling. Itu setelah puluhan unit komputer di sekolah tersebut raib. Utamanya terkait tanggung jawab lembaga pendidikan terhadap barang milik negara. Bakal ada banyak pertimbangan sebelum menindaklanjutinya.

Sekretaris Dikbud Kabupaten Madiun Hendro Suwondo mengungkapkan, pihaknya telah mengimbau seluruh sekolah terkait keamanan inventaris. Di antaranya sekolah harus berpagar. Ruang komputer mesti berteralis dan pintu wajib digembok.

Pun keberadaan penjaga sekolah. Tak terkecuali pemasangan CCTV sebagai sistem pengamanan ekstra. ‘’Untuk SMPN di Kabupaten Madiun, kemungkinan besar semua sudah pasang CCTV. Kalau SD, akan kami lakukan pendataan lagi,’’ kata Hendro, Jumat (29/5).

Sebanyak 25 unit komputer SMPN 1 Kare hilang Selasa lalu (25/5). Ditaksir kerugian mencapai Rp 167 juta. Menurut Hendro, kejadian itu bakal berpengaruh pada pendidikan. Sebab, keberadaan komputer di sekolah merupakan prasarana pendidikan yang penting. Terutama bagi peningkatan kemampuan siswa di bidang teknologi dan informatika. ‘’Dampak ke pendidikan tetap ada tapi tidak signifikan,’’ ujarnya.

Hendro belum dapat memastikan apakah pengadaan komputer pengganti bakal segera dilakukan. Dikbud bakal menelisik dalam-dalam berbagai hal di balik kejadian. Salah satunya, tanggung jawab sekolah menjaga barang milik negara. ‘’Senin pekan depan sekolah akan kami panggil. Termasuk kejelasan tentang komputer. Pengadaan tahun berapa, sumber dana dari mana, serta kepastian CCTV di sana,’’ ungkap Hendro.

Terpisah, Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi turut prihatin atas hilangnya 11 unit komputer di SMAN 1 Wungu yang diduga serentetan dengan kasus di SMPN 1 Kare. Hanya, dia menyebut pengaruh ke pembelajaran masih bisa teratasi. Sebab, mayoritas siswa sudah memiliki laptop. ‘’Kejadian akan segera disampaikan ke provinsi untuk penghapusan aset. Soal pengadaan, kalau mendesak bisa di 2022,’’ kata Supardi.

Soal sistem keamanan sekolah, dia mengungkapkan bahwa sebagian besar sekolah sudah terpasangi kamera pengintai. Alias, belum semua sekolah. Dia berharap semua lembaga pendidikan dilengkapi CCTV untuk meminimalkan potensi pencurian.

‘’Sesuai Permendikbud 75/2016, pasang CCTV itu bisa dilakukan melalui komite sekolah. Pun dari partisipasi orang tua siswa atau wali murid. Sehingga, kami harapkan semua sekolah memiliki,’’ ucapnya sembari menyebut sekolah juga perlu meningkatkan koordinasi dengan lingkungan sekitar. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button