Ponorogo

Komplotan Pecah Kaca Disergap di Jogjakarta

Satu dari Lima Tersangka Buron

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Polisi butuh waktu tiga pekan untuk mengungkap aksi pencurian dengan pemberatan (curat). Sekaligus menangkap empat dari lima tersangkanya. Komplotan Mohamad Musyafiuddin (MM), 33, warga Sampang, itu adalah para pelaku curat pada 11 Agustus lalu.

Aksi pecah kaca mobil di Jalan KBP Duryat, Ponorogo, merupakan insiden kedua dari tiga rangkaian curat yang dilakukan komplotan ini. ‘’Empat tersangka kami amankan di Jogjakarta, berkat koordinasi Polres Ponorogo, Sragen, dan Banyumas,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Selasa (1/9).

Selain MM, tiga tersangka lain yang diamankan Adam Tawaqqal (AT), 35, warga Palembang; Dodi Irawan (DI), 47, warga Jogjakarta; serta Angga Setyawan (AS). MM ditahan di Ponorogo, AT dan DI di Sragen, dan AS di Banyumas. Sementara, A, anggota kelima, masih buron. ‘’Mereka koordinasi, janjian, lalu berkumpul di Ponorogo sebelum beraksi,’’ beber kapolres.

Sebelum beraksi, komplotan melakukan survei. Mereka berbagi peran tanpa melibatkan orang lokal. Orang pertama mencari target di bank. Setelah itu membuntuti dan menghubungi empat rekannya. MM berperan sebagai joki motor yang kabur membawa uang. ‘’Para pelaku memecahkan kaca mobil saat korban makan siang. Kerugian curat di Ponorogo itu Rp 177 juta,’’ ungkapnya.

Azis menyebut, komplotan ini spesialis curat pecah kaca mobil. Aksi serupa pernah dilakukan di Sragen. Dari Ponorogo, komplotan beraksi di Banyumas. Setelah dibuntuti, empat orang berhasil ditangkap di Jogjakarta. ‘’Uang dibagi sesuai peran. Ada yang Rp 30 juta atau Rp 50 juta,’’ jelas kapolres, sembari menyebut keempatnya dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close