AdvertorialMadiun

Komitmen Tinggi Para Penjaga Energi Tunaikan Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan

Sedetik saja listrik padam, kehidupan bakal terasa suram. Menjaga listrik tetap tersalurkan setiap waktunya memerlukan konsistensi kerja tingkat tinggi. Terbayangi besarnya risiko yang selama ini kurang begitu diketahui.

………

TIGA hari sekali, petugas pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) melakukan pemeliharaan rutin terhitung mulai 10-12 September. Bekerja tanpa memutus aliran listrik di Gardu Induk (GI) Manisrejo. Sebanyak 16 personel bersinggungan langsung dengan arus listrik bertegangan tinggi mencapai 150 kV atau setara 150 ribu volt. Besar volume itu sanggup menyuplai listrik di wilayah eks Karesidenan Madiun. ‘’Moto kerja kami, listrik jangan sampai padam. Sekejap pun,’’ kata Manajer PLN UPT Madiun Suyitno.

Suyitno menghitung benar konsekuensi jika aliran listrik di GI Manisrejo padam. Dampak terberatnya, pemadaman hingga tujuh hari. Karenanya, pemeliharaan tetap dilakukan dengan menantang bahaya. Dalam kondisi tegangan tinggi tetap menyala. ‘’Demi pelayanan terhadap masyarakat, petugas kami rela bekerja dengan risiko tinggi,’’ ujarnya.

Ada tiga tahapan dalam pemeliharaan yang masing-masing bagiannya diselesaikan sehari. Pertama, pelepasan konduktor dari peralatan assisting. Tahap ini harus dilakukan oleh petugas khusus yang disebut hot and man yang mengenakan pakaian antisetrum. Wartawan koran ini berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana bunyi setrum begitu terdengar nyaring setiap petugas memegang peralatan. Prosedur kerja dan keselamatan wajib dipatuhi. ‘’Salah sedikit saja, nyawa taruhannya,’’ tutur Suyitno.

Kedua, pemeliharaan dan shutdown measurement. Petugas membersihkan lengan pisau, isolator pos, serta pengujian tahanan kontak, tahanan isolasi, tahanan pentanahan, serta mengecek keserempakan. Proses ini pun harus dilakukan secara teliti. Jika tidak dilakukan pemeliharaan, alat yang seharusnya berusia lima tahun turun menjadi dua tahun. ‘’Pemeliharaan ini dapat memperpanjang usia peralatan,’’ terangnya.

Ketiga, mengembalikan konduktor pada posisi semula. Sebelum dipasang kembali, petugas harus menguji peralatan terlebih dahulu. Untuk memastikan alat dapat bekerja dengan normal. ‘’Dalam proses ini pun arus listrik tetap menyala,’’ imbuh Suyitno.

Manajer Sub Bidang PDKB dan Fashor PT PLN Unit Induk Transmisi JBTB Eko Supriyanto memastikan pelayanan terhadap masyarakat terus ditingkatkan. Seluruh petugas yang bekerja dibekali kemampuan dan peralatan sesuai standard operating procedure (SOP). ‘’Sesuai pelayanan kami tidak ada pemadaman,’’ ucapnya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button