AdvertorialPonorogo

Komisi C Sorot Kualitas Pembangunan Sentra IKM

Dinding Retak, Keramik Diduga KW

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kualitas pembangunan gedung sentra industri kecil menengah (IKM) menjadi sorotan. Komisi C DPRD mendapati berbagai kerusakan di kompleks yang baru diresmikan kurang dari setahun tersebut saat sidak Senin (11/11). PT Trinaka Estu Manunggal (TEM) selaku rekanan pelaksana diminta memperbaiki sampai batas waktu Desember mendatang.

‘’Jelas tidak puas. Dengan dana sebanyak itu hasilnya seharusnya maksimal, tapi banyak plafon dan lantai rusak, dinding juga retak-retak,’’ kata Ketua Komisi C DPRD Widodo saat ditanya apakah wakil rakyat puas dengan pekerjaan PT TEM tersebut.

Rombongan komisi C tiba di sentra IKM sekitar pukul 10.00. Usai berdialog dengan dinas perdagangan dan koperasi usaha mikro (disperdakum), mereka meninjau langsung deretan gedung yang digunakan berproduksi oleh IKM reyog, batik, dan gamelan. Begitu masuk ke dalam gedung, mata Widodo langsung terbelalak ketika melihat lantai. ‘’Ini keramik lantainya tidak sesuai dengan spesifikasi, mungkin KW,’’ sebutnya.

Satu per satu ruangan disambangi. Tak hanya lantai yang tak rata, dinding pun retak-retak. Widodo langsung bisa menyimpulkan bahwa material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Dia ambil contoh pengerjaan dinding. Menurut politisi Partai Demokrat itu, banyaknya retakan boleh jadi disebabkan campuran material yang kurang berkualitas. ‘’Dinding banyak yang retak itu karena campuran kurang. Mungkin pasir tras, atau lainnya,’’ beber Widodo.

Data yang dikantongi Widodo, PT TEM mendapat anggaran senilai Rp 20,9 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) fisik 2018. Sepatutnya, hasil pekerjaan mereka jauh lebih baik dari yang tersaji di lapangan kemarin. Komisi C langsung merekomendasi PT TEM untuk segera memperbaiki berbagai kerusakan tersebut. Saat ini hingga Desember, PT TEM masih berkewajiban memperbaiki karena masih masuk masa pemeliharaan.

‘’Segera diperbaiki. Waktu yang tersisa kurang dari 1,5 bulan. Kami minta disperdakum untuk terus mendorong rekanan menuntaskan kewajibannya,’’ pinta Widodo.

Kepala Disperdakum Addin Andhanawarih mengamini bahwa ada kerusakan di tiga gedung. Meliputi sentra industri reyog, batik, dan gamelan. Lantaran masih dalam masa pemeliharaan, Addin pun sepakat bahwa PT TEM harus memperbaiki berbagai kerusakan di kompleks industri di Jalan Trunojoyo tersebut. ‘’Ada temuan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, Red), rekanan sudah mengembalikan. Kerusakan-kerusakan ini juga harus diperbaiki sesuai kontrak,’’ tegasnya. (naz/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close