Madiun

Komari Divonis Bebas Korupsi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Lima tahun Komari, 61, menderita karena sangkaan koruptor. Mantan kabag perekonomian Setdakab Madiun itu tidak bisa berbaur dengan masyarakat. Jabatannya dinonaktifkan setelah didakwa menilap dana pemberdayaan industri kecil (PIK) sebesar Rp 105 juta 2012 silam.

Perkara rasuah yang diusut kejaksaan negeri (kejari) lima tahun lalu itu pada akhirnya tidak terbukti. Warga Desa Kanung, Sawahan, itu dibebaskan dari semua dakwaan oleh Mahkamah Agung (MA) akhir Oktober lalu. ‘’Alhamdulillah, Tuhan adil dan mahatahu. Saya terzalimi selama lima tahun,’’ kata Komari Minggu (8/11).

Sebelumnya, Komari didakwa korupsi bersama Budi Cahyono, mantan asisten perekonomian dan pembangunan Setdakab Madiun. Bedanya, MA memvonis Budi satu tahun penjara. Hukuman itu turun dari vonis awal satu tahun 10 bulan. ‘’Kala itu, klien saya dituntut dua tahun penjara dan diputus Pengadilan Tipikor satu tahun 10 bulan. Kini, MA mengabulkan kasasinya,’’ ujar Suryono Pane, penasihat hukum Komari.

MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jatim Nomor 30/PID.SUS-TPK/2017/PT.SBY pada 8 Mei 2017 yang mengubah putusan Pengadilan Tipikor Surabaya Nomor 195/Pid.Sus/TPK/2015/PN.SBY pada 16 Maret 2016. ‘’Surat pemberitahuannya diterima tiga hari lalu melalui PN Kabupaten Madiun,’’ ungkapnya.

Menurut Pane, kliennya tidak bersalah karena posisinya dalam kasus itu hanya melanjutkan jabatan dari pejabat sebelumnya. Apalagi, duit Rp 105 juta yang dianggap sebagai upaya penggelapan tidak berkurang.

Bahkan, telah dikembalikan ke kas daerah pada 2013. ‘’Salah satu yang menguatkan putusan dari berita acara sita kejari adalah penyitaan dari kas daerah bukan dari tangan Komari,’’ terangnya sembari menilai jaksa penuntut umum harus memulihkan nama baik, kedudukan, dan harkat martabat kliennya pascavonis bebas. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button