Madiun

Kolibri Ninja Naik Daun karena Mulai Ikut Lomba Burung Berkicau

BURUNG kolibri ninja sedang naik daun.  Postur kecil dan variasi warna bulunya jadi daya tarik tersendiri. Pun sejak beberapa tahun terakhir telah ikut dalam lomba burung berkicau. Sehingga, menambah ketertarikan masyarakat memiliki burung bernama latin Trochilidae ini. ‘’Saya dulu penggemar burung pleci, tiga tahun ini ganti kolibri,’’ kata Wawan Guntara, pebisnis gorden yang juga hobi memelihara burung.

Di mata Wawan, merawat kolibri ninja lebih simpel dibanding pleci. Mulai urusan pakan sampai kebutuhan vitamin.  Pakan misalnya, setiap jenis burung pleci berbeda-beda. ‘’Kalau kolibri ninja nggak,’’ ujarnya.

Dulu dia punya lima ekor kolibri. Sekarang tinggal sepasang kolibri ninja. Kolibri jantan dibeli ketika dia menghadiri anniversary komunitas kolibri Jogjakarta. Wawan jatuh hati dengan seekor kolibri jantan warna bulu dada merah, kepala hijau, dan sayap hitam. Suaranya nyaring dan tajam. ‘’Kicaunya dominan seperti suara jangkrik, cocok buat  lomba. Saya beli Rp 700 ribu,’’ kenang warga Slahung, Ponorogo, ini.

Burung kolibri ninja jika dirawat dengan baik dan benar bisa bertahan hidup di atas lima tahun. Kuncinya telaten dan menjaga kebersihan sangkar. Sangkar kotor jadi biang penyakit yang mengancam nyawa burung. ‘’Pemilik harus cermat dan jeli kalau burung lagi sakit,’’ tuturnya.

Nyilep jenis penyakit yang rawan dihadapi  kolibri. Salah satu gejalanya, burung doyan makan-makanan yang tersedia. Terlihat lahap. Namun, semakin kurus. ‘’Kalau manusia seperti cacingan. Tapi bukan. Ini penyebabnya kurang nutrisi,’’ jelas Wawan.

Kandang harus dibersihkan setiap hari. Idealnya pukul 05.00 agar burung dapat menghirup udara segar. Cukup air minum. Untuk mandi, burung dibersihkan menggunkan spons untuk  menghindari jamuran. Angkringan sangkar juga dibersihkan memakai spons. ‘’Kalau angkringan kotor atau lengket bekas madu, kena burung terus digaruk-garuk, burungnya bisa botak,’’ paparnya.

Pemilihan sangkar juga harus pas. Wawan memilih sangkar besi yang cukup besar agar kolibri dapat terbang leluasa. Itu bisa mencegah burung obesitas. Pun, alas sangkar diberi karpet. Sehingga, lebih mudah dibersihkan. ‘’Angkringannya pakai kayu asam lokal dan Bali. Kayu ini seratnya baik. Nggak bikin kaki burung panas dan pas dicengkeram,’’ ujarnya.

Kualitas pakan juga memengaruhi pertumbuhan burung. Dulu, Wawan meracik sendiri. Terdiri dari susu, madu kurma, kuning telur bebek, dan sari glukosa sirup. Madu kurma untuk daya tahan tubuh dan meningkatkan berahi. Kuning telur bebek menjaga stamina dan menambah berat badan. Susu sebagai pelengkap nutrisi. ‘’Dulu bahan-bahan ini saya racik sendiri. Sekali bikin untuk seminggu. Sekarang beli produk pakan buatan teman-teman komunitas lebih praktis,’’ katanya.

Vitamin juga penting. Wawan memilih produk lokal buatan komunitasnya. Apalagi, jika burung sedang tidak sehat. Cukup diberi vitamin, biasanya seminggu sembuh. Untuk penyakit nyilep misalnya.

Merawat burung butuh ketelatenan. Setiap  pagi, setelah membersihkan kandang berlanjut mengganti pakan dan air. Dijemur di bawah sinar matahari sampai pukul 09.00. Lalu dimasukkan kembali di area teduh. Wawan memperdengarkan suara-suara serangga dan burung lewat mp3 di ponselnya sebagai  referensi si burung ketika berkicau. ‘’Ada suara belalang emas, cililin, jangkrik, dan kenari,’’ paparnya.

Sore hari, jika sempat, burung diajak  latihan. Wawan menyebutnya simulasi lomba. Menggunakan aplikasi khusus dari Play Store. Menjadi treatment alternatif membuat suasana sore seperti sedang lomba burung berkicau. ‘’Biasanya, sehari sebelum lomba, setelah magrib minuman diberi lima tetes vitamin. Sebelum naik gantangan lomba, dikasih kroto. Untuk menjaga emosi burung agar tetap stabil, didekatkan dengan betinanya. ‘’Pas mau naik gantangan, betinanya dipisah di luar sangkar burung. Ditaruh di dalam sangkar kecil nempel ke sangkarnya,’’ urai Wawan.

Semua treatment itu tergantung karakter burung. Seperti pemberian kroto, tidak semua kolibri doyan. (dil/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close