features

Koleksi Ribuan Barang Antik, Rumah Sofyan Effendy bak Museum

Ribuan barang antik memenuhi rumah Sofyan Effendy. Mulai buatan zaman kolonial Belanda hingga yang paling muda produksi 1980-an. Sekitar 70 persen di antaranya masih berfungsi dengan baik. Apa saja jenis koleksinya?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

MENGINJAKKAN kaki di rumah Sofyan Effendy di Jalan Pilang Utama serasa memasuki museum. Bagaimana tidak, ribuan bangunan itu dipenuhi barang antik. Penataannya rapi. Masing-masing dilengkapi nomor register yang menjelaskan kapan, di mana didapatkan, serta nominal harganya.

Ribuan barang antik tersebut ada yang diletakkan di lemari, dipajang di dinding, maupun digantung. ‘’Kalau semua ditaruh di sini (rumah, Red) tidak muat. Sebagian saya simpan di rumah lain,’’ kata Sofyan.

Dia lantas mengajak Jawa Pos Radar Madiun berkeliling, menunjukkan koleksinya. Mulai radio antik yang jumlahnya mencapai 50 unit lengkap dengan buku petunjuknya, uang kuno, lampu kereta, hingga delman. Ada pula gembok, timbangan, lampu gantung, kamera, sampai iklan jadul. ‘’Khusus kaset jumlahnya ada 10 ribu,’’ sebutnya.

Sekitar 70 persen barang antik koleksi Sofyan masih berfungsi dengan baik. Itu tidak terlepas dari ketelatenan pria tersebut melakukan perawatan rutin. ‘’Misalnya radio ini. Coba dinyalakan,’’ ujarnya mempersilakan Jawa Pos Radar Madiun menghidupkan sebuah radio lawas.

Pria 44 tahun itu menyukai barang antik sejak masih duduk di bangku SMP pada 1989 silam. Namun, baru bisa mengoleksi saat kuliah. Koleksi pertamanya berupa mainan dragon ball. Setamat kuliah, Sofyan mulai berburu aneka barang antik lain. ‘’Satu per satu dikumpulkan. Ada yang nemu di pedagang rongsokan, ada yang beli. Kebanyakan dapatnya di wilayah Madiun saja,’’ terangnya.

Kini, koleksi barang antik Sofyan mencapai ribuan. Pun, rumahnya kerap didatangi warga. Mulai pelajar, mahasiswa, hingga komunitas. Selain itu, tak jarang dimanfaatkan untuk lokasi foto prewedding. ‘’Sama sekali tak ada niat menjualnya (barang koleksi),’’ akunya.

Pada 2006 ada seseorang datang ke rumah Sofyan berniat membeli sepeda onta buatan 1935. Lantaran tidak ada niat menjualnya, Sofyan memberi banderol harga tidak masuk akal alias sangat mahal. Harapannya, tamu tersebut mengurungkan niatnya. ‘’Maksudnya biar tidak jadi beli. Nggak tahunya dia mau dan membayar dengan cash saat itu juga,’’ kenangnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button