MadiunSport

Koleksi Medali Panahan Salwa Fadia Terus Bertambah

Awalnya Malas Latihan, Sekarang Ketagihan

Cabor panahan mulai berkembang di Kota Madiun sejak beberapa tahun terakhir. Pun memunculkan sejumlah atlet muda berbakat. Salah satunya Salwa Fadia Nur Azizah. Sudah puluhan medali diraih gadis 13 tahun itu dari ajang kejuaraan lokal maupun provinsi.

=====================

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SALWA Fadia Nur Azizah mengambil posisi berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar. Setelah memastikan posisinya benar, dia mengambil satu anak panah di quiver yang melilit pinggangnya. Anak panah tersebut lantas dipasang tepat di nocking point pada busur sampai berbunyi ’’klik’’.

Setelah itu, Salwa bersiap melepas anak panah. Agar akurasinya maksimal, dia memperhatikan benar posisi tangannya pada busur. Gadis 13 tahun itu kemudian menarik string sampai menempel hidung dengan posisi bahu kiri dan kanan sejajar.

Beberapa saat kemudian, anak panah melesat menuju sasaran beberapa meter di depannya. ‘’Harus benar-benar fokus agar anak panah tepat mengenai sasaran,’’ kata Salwa di sela latihan teknik standard bow di lapangan Manisrejo sore itu.

Salwa menekuni panahan sejak masih duduk di bangku kelas III SD. Setiap akhir pekan dia rutin latihan. Bahkan, setiap menjelang event kejuaraan, usai sekolah Salwa langsung menuju tempat latihan. ”Awalnya malas latihan, tapi sekarang malah ketagihan,’’ ujar siswi kelas VII SMPN 4 Kota Madiun itu.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan Salwa semakin terasah. Bahkan, pada kejuaraan panahan di Ponorogo 2016 silam berhasil meraih juara. Padahal, saat itu baru setahun berlatih. Sejak itu medali demi medali telah dikoleksinya. Hingga kini jumlahnya mencapai puluhan. Baik dari kejuaraan tingkat lokal maupun provinsi.

Terbaru, pada ajang lomba panahan indoor antarklub se-Jawa Timur di Ngawi November lalu Salwa sukses menyabet dua medali emas. Menyisihkan puluhan atlet usia SMP. Kala itu, warga Kelurahan Manisrejo, Taman, tersebut berhasil mencatatkan skor tertinggi pada standard bow jarak 18 meter dan paralon 7 meter.

Sebelum menekuni panahan, Salwa sempat berniat menggeluti pencak silat. Namun, orang tuanya tidak mengizinkan. ”Dulu Salwa itu anaknya tidak bisa diam. Tapi, setelah berlatih panahan berubah bisa fokus pada sesuatu hal,’’ ujar Dwi Sulistiyowati, ibunda Salwa. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close