MejayanPolitik

Koleksi Kursi Demokrat Stagnan di Kabupaten Madiun

MADIUN – Metode sainte lague sebagai salah satu biang Partai Demokrat Kabupaten Madiun hanya bisa mengoleksi enam kursi dalam Pileg 2019. Jumlah itu sama dan sebangun dengan hasil pileg 2014. Sistem membagi habis suara dengan pembagi bilangan ganjil sesuai total kursi daerah pilihan (dapil) itu membuat sebaran jatah 45 kursi parlemen merata ke partai politik (parpol) yang notabene kecil. ’’Perkiraan dapat enam kursi. Pileg kali ini secara umum memang ketat karena metode baru membuat semua partai berpeluang mendapatkan kursi,’’ kata Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Madiun Kusnendar.

Meski tidak secara eksplisit, Kusnendar mengutarakan kasus penerapan sainte lague itu terjadi di dapil 1. Di wilayah meliputi Kecamatan Mejayan dan Saradan, partai berlambang bintang mercy ini hanya mendapatkan satu kursi. Padahal, peluang menambah masih terbuka karena ada calon legislator (caleg) yang meraup suara cukup tinggi. Namun, karena bilangan pembagi sudah berganti, suara jagonya kalah banyak dengan caleg dari parpol lain. ’’Kalau yang dipakai sistem BPP (bilangan pembagi pemilih, Red) seperti dulu, potensi dua kursi di dapil 1,’’ ujarnya.

Selain dapil 1, penyumbang lima kursi masing-masing satu di dapil 2 hingga 6. Jumlah kader partai berlambang bintang mercy yang melenggang ke Gedung Klitik -sebutan gedung DPRD Kabupaten Madiun- dengan hasil Pileg 2014 tetap enam. Meski rengkuhan kursi stagnan, Kusnendar menyebut ada regenerasi kader. Diprediksi ada empat wajah baru asal dapil 1, 2, 4, dan 6 yang bakal berjuang dengan dua incumbent. ’’Target awal sebetulnya sembilan kursi, tapi kalau dapatnya enam ya disyukuri,’’ ucapnya sembari menyebut prediksi enam kursi dari penghitungan form C-1 dan rekapitulasi di tingkat panitian pemilihan kecamatan (PPK).

Terlepas ada pengaruh perubahan metode, Kusnendar enggan mendiskreditkan metode sainte lague sebagai biang partainya gagal mencapai target. Persoalan itu murni karena dinamika politik di kabupaten ini. Disinggung ketokohan ketua DPC Demokrat Kabupaten Madiun Ahmad Dawami yang notabene bupati tidak bisa mendongkrak suara konstituen, Kusnendar menyatakan tidak ada korelasinya. Termasuk membandingkan hasil pemilihan bupati (pilbup) dengan pileg. ‘’Pilbup hanya tiga kandidat, pileg banyak peserta banyak pilihan. Selain itu, kaitannya kredibilitas para individu bukan kelompok,’’ paparnya.

Dia tidak ingin mengomentari klaim PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa yang sama-sama meyakini mengamankan sembilan kursi. Pihaknya memilih menunggu keputusan resmi perolehan suara dari komisi pemilihan umum (KPU). ‘’Meski sudah terlihat jumlah kursi, tapi kalau total perolehan suata belum bisa memprediksi,’’ tandas Kusnendar. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button