Madiun

Kolaborasi Silat

MASIH tentang Bulan Suro. Masih tentang pencak silat. Pencak silat memang selalu menarik untuk dibahas. Apalagi momentumnya Bulan Suro. Seperti tulisan saya sebelumnya, Suro merupakan bulan sakral bagi anggota sejumlah perguruan silat di Madiun. Bulan khusus untuk mewisuda anggota baru. Bagi anggota lama, Suro menjadi bulan untuk berziarah kepada guru dan senior perguruan.

Saya bangga dengan pendekar yang datang ke Kota Madiun pada Suro ini. Semunya tertib dan santun. Memang ada beberapa yang masih belum bisa menahan diri. Datang ke Kota Madiun dengan menggeber sepeda motornya. Saya rasa, hal itu sudah tidak zamannya lagi. Itu era dulu. Makanya, langsung ditindak tegas. Kebetulan saya dan kapolres berkeliling di seputaran Kota Madiun pada malam 1 Suro kemarin. Ada beberapa pendekar yang terpaksa diamankan. Bukan untuk ditahan. Sekadar diberi peringatan dan imbauan. Masalah selesai.

Secara garis besar, peringatan Suro tahun ini aman dan lancar. Hanya ada satu kejadian yang sebenarnya di luar urusan peringatan sakral ini. Ada kasus penusukan yang berakhir dengan hilangnya nyawa korban. Ini murni urusan pribadi antara keduanya. Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan polisi. Ada dendam pribadi yang melatarbelakangi penusukan itu. Dendam lama sewaktu di penjara. Tepatnya, 2017 lalu. Ternyata itu masih dibawa hingga keduanya menghirup udara bebas. Yang berwajib sudah menangani kasus secara profesional. Pelakunya pun sudah diamankan.

Sayang, momentumnya pas 1 Suro. Korbannya, juga seorang pendekar. Ini memunculkan beragam opini di masyarakat. Tentu ini sangat disayangkan. Saya berharap ini yang pertama dan terakhir. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang belum tentu kebenarannya. Kerukunan dan kedamaian tetap yang utama. Ini sesuai dengan jiwa pendekar. Santun dan mengayomi.

Masyarakat harus selektif dalam mengakses informasi. Sumber informasi wajib dari yang berkompeten. Jangan hanya berdasar dugaan dan ’’jarene’’. Ini berbahaya. Bisa menimbulkan masalah baru. Apalagi, rangkaian Suro belum usai. Predikat Suro aman dan damai lima-enam tahun terakhir wajib terus dipertahankan. Bahkan ditingkatkan. Yang ada sekarang, Enjoy Suro. Rangkaian tradisi Suro bisa menjadi sesuatu yang bisa dinikmati. Sesuatu yang dapat disuguhkan kepada dunia. Sesuatu yang menarik perhatian hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saya percaya adanya hikmah di balik satu kejadian. Seperti peristiwa kemarin yang memunculkan ide-ide baru. Menariknya, ide ini melibatkan lintas daerah. Hal itu mengemuka saat evaluasi bersama dengan Forpimda Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu. Akan ada kolaborasi silat Kota dan Kabupaten Madiun. Rencananya akan digelar juga saat Suro. Ini selaras dengan harapan kita semua. Enjoy Suro di Madiun. Suro yang dapat dinikmati semua orang.

Event akan melibatkan semua perguruan pencak silat yang ada di Kota maupuan Kabupaten Madiun. Saya yakin akan besar. Minimal berskala nasional. Hal itu cukup mungkin karena Pencak Silat Madiun menyimpan potensi besar. Saya yakin di Kota dan Kabupaten Madiun memiliki pendekar-pendekar yang menjual. Pendekar berbakat. Saya berangan pendekar-pendekar ini bisa ditampilkan di alun-alun Kota Madiun. Mengapa? Karena Kota Madiun berada di tengah Kabupaten. Dekat diakses dari penjuru mana pun. Belum lagi wisatawan dari daerah sekitar. Pasti akan ramai.

Hal itu disambut baik kawan saya, Bupati Madiun Ahmad Dawami. Kebetulan beliau sepaham. Bahkan, beliau akan mengerahkan aparatur desa untuk turut mengoordinasi pendekar di tataran akar rumput. Silat Madiun sebagai potensi bersama ini memang butuh perhatian semua pihak. Dengan kolaborasi ini, saya optimistis Silat Madiun akan cepat berkembang. Semakin dikenal dunia serta mengangkat citra Madiun.

Kolaborasi silat ini cukup mungkin diwujudkan tahun depan. Masih banyak waktu untuk mempersiapkannya. Komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun tentu akan terus kami lakukan. Kolaborasi ini tentu demi tujuan bersama. Memajukan silat Madiun.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button