PolitikPonorogo

Koalisi Gemuk Deklarasikan Ipong-Bambang

Bermodal 36 Kursi di DPRD Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Giliran Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono dideklarasikan sebagai calon peserta Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo 2020 Kamis (3/9). Duet petahana-birokrat itu diusung koalisi gemuk. ‘’36 kursi (di DPRD) ini modal yang menggembirakan,’’ kata Ipong.

Deklarasi digelar di lingkungan tempat tinggal masa kecil Ipong di Kauman Kota Lama, Patihan Wetan, Babadan. Deklarasi dihadiri pengurus enam partai politik (parpol). Yakni, Partai Nasdem 10 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (8), Partai Gerindra (5), Partai Demokrat (5), Partai Keadilan Sejahtera (4), dan Partai Golkar (4).

Ipong memilih kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo sebagai bakal calon wakil bupati karena bisa diterima semua parpol pengusung. Sebelumnya, setiap parpol mengajukan nama kader untuk mendampingi Ipong. Bambang dinilai sebagai solusi dari kepentingan keenam parpol. ‘’Kami ingin membangun Ponorogo bersama semua parpol dan elemen masyarakat. Akhirnya dipilihlah Pak Bambang,’’ ungkapnya.

Bupati incumbent itu optimistis mampu meraup 80 persen suara dalam pilkada tahun ini. Tim pemenangan akan segera dibentuk. Kandidat ketuanya Ibnu Multazam, ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Ponorogo, dan Supriyanto, ketua DPC Partai Gerindra Ponorogo. ‘’Harapannya, perolehan suara minimal sama dengan jumlah kursi pengusung. Kalau 36 kursi sama dengan 80 persen, berarti target menang 80 persen,’’ sebut Ipong. (naz/c1/sat)

Bapaslon Wajib Uji Swab sebelum Daftar

BAKAL pasangan calon  (bapaslon) bupati-wakil bupati wajib uji swab sebelum mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pun wajib membawa lampiran hasil negatifnya. ‘’Kalau hasil uji swab-nya positif, tidak perlu menghadiri pendaftaran di KPU,’’ kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Ponorogo Arwan Hamidi  Kamis (3/9).

Dua bapaslon bupati-wabup Ponorogo telah mendeklarasikan diri. Yakni, duet petahana-birokrat Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono, serta duet politikus Sugiri Sancoko-Lisdyarita. Sementara, pendaftaran bapaslon dibuka mulai hari ini sampai Minggu (6/9). Wajib uji swab bagi bapaslon termaktub dalam Peraturan KPU 10/2020 dan petunjuk teknis pemeriksaan kesehatan sesuai SK KPU 412/2020. ‘’Sesuai kedua aturan tersebut, yang diwajibkan melampirkan hasil swab adalah masing-masing bakal calon (balon),’’ terangnya.

Sementara, ketua dan sekretaris setiap parpol pengusung yang juga dihadirkan saat pendaftaran tidak wajib uji swab. Namun, tetap harus memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 dan tidak membawa banyak massa. ‘’Pembatasan sesuai standar protokol pencegahan Covid-19,’’ tegas Arwan.

Jika ada balon yang positif Covid-19, tidak perlu menghadiri pendaftaran. KPU memberi waktu isolasi hingga 20 hari. Ketika sudah dinyatakan negatif, bisa mengikuti tahap selanjutnya. Yakni, pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya. ‘’Kalau positif, verifikasi data dilakukan secara daring, lalu diminta isolasi sampai 20 hari,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close