Madiun

Klaster Tiga Petugas Medis Belum Diketahui

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Satu per satu tenaga medis RSUD Caruban tertular Covid-19. Dalam sepekan terakhir, dua perawat dan satu dokter terkonfirmasi virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut.

Salah seorang perawat terkonfirmasi Kamis (16/7). Pria 33 tahun yang berdomisili di Desa Muneng, Pilangkenceg, itu menjadi pasien ke-39. ‘’Semuanya petugas di IGD (instalasi gawat darurat, Red) RSUD Caruban,’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono.

Soelis, sapaan akrabnya, menyebut seluruh petugas medis telah dites swab. Hasilnya masih belum keluar. Ditanya bagaimana bisa tenaga medis tertular meski telah mengenakan alat pelindung diri (APD), dia menduga karena kealpaan.

Virus korona menular lewat hidung, mulut, dan mata. Kemungkinan, petugas itu tidak sengaja menyentuh mata, hidung, atau mulutnya. ‘’Kasus konfirmasi Covid-19 tenaga medis kebanyakan seperti itu,’’ terangnya.

Soelis mengungkapkan, kasus Covid-19 di RSUD Caruban kali pertama menimpa dokter IGD. Tidak terlibat dalam penanganan di gedung Wijaya Kusuma, ruang isolasi pasien korona. Kemudian, perawat perempuan 36 tahun warga Desa Purwosari, Wonoasri. ‘’Klaster mana belum dapat dipastikan. Kemungkinan ada pasien IGD yang kontak erat dengan yang dilayani,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait