Mejayan

Klaster Temboro Meluas, Tiga Santri dan Seorang Sales Positif Covid-19

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Madiun melonjak drastis. Selasa (5/5) ada tambahan empat kasus baru sekaligus. Semua berasal dari klaster Temboro. Tiga di antaranya merupakan santri asal pondok pesantren (ponpes) di wilayah Magetan tersebut. Sedangkan satu pasien positif lainnya merupakan sales yang biasa mobile ke Temboro.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, empat pasien baru positif Covid-19 itu sebelumnya sempat menjalani rapid test (RDT). Hasilnya semua reaktif. Selanjutnya mereka langsung dilakukan swab test dan hasilnya baru keluar kemarin. ‘’Dengan demikian, total ada delapan kasus positif. Dan, tiga di antaranya sudah dinyatakan sembuh,’’ katanya.

Pihaknya lantas meminta masyarakat tidak panik dengan adanya tambahan kasus positif korona tersebut. Dia berharap warga mengikuti protokol kesehatan yang telah disampaikan pemerintah. ‘’Semua harus disiplin. Kalau protokol dijalankan dengan baik, Covid-19 dapat dikendalikan,’’ ujar bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu.

Di sisi lain, pasien ke-2 Covid-19 telah dinyatakan sembuh. Seorang ASN kantor Kemenag Kota Madiun itu diperbolehkan pulang ke rumah setelah lebih dari dua pekan dirawat di RSUD dr Soedono. ‘’Sesuai protokol, pasien yang sembuh kami minta isolasi mandiri selama 14 hari ke depan,’’ imbuh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono.

Dengan adanya tambahan empat kasus baru tersebut, Soelis –sapaan Soelistyo Widyantono- mengaku bakal segera melakukan tracing. Setelah hasil penelusuran itu diketahui, kemudian bakal dilakukan rapid test. ‘’Sebagaimana mestinya, kami akan segera melakukan tracing terkait empat kasus positif baru ini,’’ ujarnya. (den/c1/her)

Santri Reaktif RDT Diisolasi di RSUD Caruban

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sejumlah santri dari pondok pesantren (ponpes) di Temboro yang hasil tes cepatnya reaktif akhirnya ditangani khusus oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun. Mereka yang sebelumnya sempat menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing, kemudian dipindah ke ruang isolasi di RSUD Caruban.

Pengelola dan Pelaporan Data Satgas Covid-19 RSUD Caruban Didik Indrawanto mengatakan, ada tiga santri yang diperlakukan seperti itu. Langkah tersebut sengaja ditempuh untuk menghindari persoalan sosial di lingkungan tempat tinggal para santri sekarang. ‘’Ada gejolak sosial. Karena masyarakat kurang menerima keberadaan pasien di lingkungan mereka. Akhirnya, diisolasi di rumah sakit,’’ ujar Didik Selasa (5/5).

Saat ini terdapat enam pasien dengan gejala Covid-19 yang dirawat di RSUD Caruban. Bahkan, seorang pasien di antaranya sudah dinyatakan positif korona. Sementara ketiga pasien lain berstatus PDP dan dua orang dalam pemantauan (OPD). ‘’Semuanya telah dilakukan pengambilan swab,’’ katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Amam Santosa menambahkan, pihaknya melacak ada 104 santri dari ponpes di Temboro yang pulang kampung ke Kabupaten Madiun. Dari situ kemudian mereka di-rapid test (RDT). Hasilnya 10 santri dinyatakan reaktif. Sedangkan, sisanya nonreaktif.

Namun, mereka yang nonreaktif kemudian dilakukan RDT ulang untuk kali kedua. Dari situ diketahui satu santri hasilnya reaktif. ‘’Sampai saat ini data belum masuk semua. Sementara baru satu (santri) yang reaktif dari Kecamatan Balerejo,’’ ungkapnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close