Madiun

Klaster Mantenan Meluas, 88 Warga Desa Bantengan-Mojopurno Positif Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Klaster mantenan di Desa Bantengan, Wungu, kian meluas. Sebelumnya, hasil testing di lingkungan tempat hajatan mempelai perempuan itu ditemukan 66 warga positif rapid test antigen. Giliran di lingkungan mempelai laki-laki, Desa Mojopurno (sebelumnya tertulis Karangrejo), didapati 22 warga positif hasil testing massal di desa setempat Senin (14/6).

Hajatan mantenan di rumah pengantin perempuan digelar Rabu (2/6). Sehari berikutnya, Kamis (3/8), ngunduh mantu di rumah mempelai laki-laki yang masih bertetangga desa itu. Kini total 88 warga yang diduga menghadiri hajatan resepsi pernikahan tersebut positif rapid test antigen alias suspect Covid-19. ‘’Warga sini di-rapid test karena juga ikut hajatan di Desa Bantengan,’’ kata Jumiati, warga Desa Mojopurno yang ikut di-rapid test.

Gejala yang dirasakan warga Desa Mojopurno sama persis dengan warga Desa Bantengan. Jumiati mengatakan, banyak warga yang mengeluh pilek dan batuk. Gejala menyerupai flu itu dialami sejumlah warga. Sehingga, kemarin ditindaklanjuti tracing dan testing massal. ‘’Alhamdulillah, saya negatif. Tapi, dengar-dengar yang punya hajat positif,’’ beber Jumiati.

Tracing massal di Desa Mojopurno kemarin dilakukan dengan rapid test antigen dan GeNose. Petugas pengambil swab untuk pemeriksaan rapid test antigen mengenakan hazmat. Sementara petugas medis yang menangani GeNose mengenakan alat pelindung diri (APD) sarung tangan dan masker. Warga sasaran tracing massal mendapat pemeriksaan berlapis. Pertama rapid test antigen, kemudian tes GeNose. Pengambilan sampel swab di ruang terbuka, sementara tes GeNose di dalam ruangan.

Warga mengikuti tracing massal dengan tertib. Namun, ada juga yang enggan mengikuti tes lantaran diduga takut. Namun, akhirnya bersedia setelah diberi penjelasan petugas medis, babinsa, dan bhabinkamtibmas setempat.

Kasi Pemerintahan Desa Mojopurno Evim Nuryawati membenarkan bahwa banyak warganya yang belakangan mengeluh pilek dan batuk. Itu setelah menghadiri hajatan mantenan di Desa Bantengan maupun Mojopurno sekitar dua pekan lalu. Menurut dia, 31 warga hadir dalam pemeriksaan tersebut. Satu nama tidak diperiksa lantaran masih balita. ‘’Hasilnya, 22 warga positif rapid test antigen. Yang delapan negatif,’’ ungkap Evim.

Pihak pemerintah desa sudah mendapat arahan tindak lanjut dari petugas medis seusai tracing. Sebanyak 22 warga yang positif itu diminta isolasi mandiri sampai 29 Juni mendatang. Seiring temuan puluhan warga positif, akses keluar masuk Desa Mojopurno kini diperketat. ‘’Diberlakukan satu pintu dan dijaga hansip,’’ tandasnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button