Magetan

Klaster Kantor Dinas Merajalela

Dinkes Bantah Protokol Kesehatan Mengendur

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Persebaran Covid-19 di klaster perkantoran Magetan merajalela. Sejak Maret lalu, virus yang belum ditemukan obatnya itu menjamah delapan kantor di berbagai instansi. Lima di antaranya kantor organisasi perangkat daerah (OPD). Lainnya, dua bank dan PDAM Lawu Tirta.

Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Didik Setyo Margono menyebut, lima kantor OPD itu meliputi satpol PP; dinas sosial; dinas perindustrian dan perdagangan; inspektorat; serta badan pendapatan, pengelolaan keuangan, dan aset daerah (BPPKAD). ‘’Delapan ASN (aparatur sipil negara, Red) di lima kantor OPD itu positif Covid-19,’’ katanya Selasa (13/10).

Didik menambahkan, satu karyawan PDAM Lawu Tirta dan dua orang perbankan positif korona. Di luar itu, 22 tenaga medis terinfeksi korona. ‘’Dari 10 puskesmas dan dua rumah sakit di Magetan,’’ paparnya.

Satgas belum bisa memastikan biang penularan korona di kantor dinas. Kemungkinan pegawai tertular karena banyaknya kegiatan tatap muka dengan masyarakat saat memberikan pelayanan. Di saat bersamaan, pegawai tersebut tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). ‘’Karena tidak disiplin, akhirnya kena,’’ ucap Didik.

Pegawai positif akhirnya menciptakan transmisi lokal di lingkungan tempat kerja. Hingga akhirnya meluas menjadi klaster keluarga. Sebab, suami atau istri dan anak-anaknya ikut tertular. Kendati demikian, Didik menampik masifnya klaster perkantoran karena mengendurnya penerapan prokes. ‘’Sudah dijalankan ketat di masing-masing OPD. Bahkan, ada rapat evaluasi rutin dipimpin bupati (Suprawoto),’’ ujarnya.

Didik mengatakan, masing-masing OPD telah membentuk tim penegak prokes. Pelanggar disanksi. ‘’Bisa denda administrasi atau teguran,’’ sebutnya.

Sementara, layanan Puskesmas Karangrejo tak berjalan maksimal mulai kemarin. Fasilitas rawat inap ditutup buntut seorang perawat terkonfirmasi positif Covid-19 sehari sebelumnya atau Senin (12/10). ‘’Rawat jalan masih ada. Kalau rawat inap dipindahkan ke puskesmas terdekat,’’ kata Didik.

Perawat berinisial STP itu diduga tertular usai bepergian ke Jakarta. Pria 51 tahun yang tinggal di Ngawi itu kini dirawat di RSUD dr Sayidiman. Bersamaan penutupan layanan rawat inap, ruangan puskesmas disterilisasi. Seluruh tenaga medis juga dites swab. ‘’Hasilnya keluar sekitar tiga sampai empat hari,’’ ujarnya. (odi/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close