AdvertorialNgawi

Klarifikasi Persentase Usulan Pedagang Direalisasi

Komisi III DPRD Ngawi Sampaikan ke Dinas yang Membidangi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Komisi III DPRD Ngawi kembali menginspeksi bangunan Pasar Wisata Jogorogo yang belum lama ini baru diresmikan. Kegiatan itu dilakukan setelah menerima masukan dari sejumlah pedagang pasar setempat mengenai kondisinya yang dianggap kurang memenuhi standar keamanan. ‘’Makanya hari ini (kemarin, Red) kami lakukan cek ke lapangan,’’ kata Ketua Komisi III DPRD Ngawi Supeno Selasa (21/1).

Supeno menjelaskan, sejumlah pedagang di pasar wisata Jogorogo itu ingin menambah fasilitas dari bangunan yang sudah tersedia sekarang. Misalnya dengan melengkapi pintu rolling door dan membuat sekat antara satu los dengan lainnya. Karena memang kondisi sekarang los di lantai dasar pasar tersebut terbuka tanpa penyekat apapun. ‘’Kami coba lakukan klarifikasi, seberapa memungkinkan usulan pedagang itu bisa dilakukan,’’ ungkapnya.

Masukan tersebut bakal disampaikan ke dinas yang membidangi. Yaitu dinas perindustrian, perdagangan, dan tenaga kerja (DPPTK) setempat. Nantinya dinas tersebut melakukan kajian lebih dulu  terkait penambahan dinding penyekat dan pintu rolling door itu. Baik dari sisi regulasi maupun administrasi. ‘’Kalaupun boleh, pasti ada konsekuensinya. Tapi yang berhak menentukan nanti dari dinas teknis yang membidangi,’’ jelasnya.

Komisi III menurutnya sekadar menerima masukan dari para pedagang tersebut. Pun memberikan respons dengan menggelar sidak kemarin. Hasilnya bakal disampaikan ke dinas terkait. Apakah usulan penambahan fasilitas tersebut diiyakan atau ditolak. ‘’Domainnya di sana (DPPTK Ngawi, Red), mereka yang akan mengambil keputusan nanti. Makanya akan kami kembalikan (permasalahan) ke dinas terkait,’’ tuturnya.

Apakah usulan itu biang keladi pedagang belum mau menempati los tersebut? Supeno membantahnya. Menurut dia, usulan itu bukan soal mau atau tidak mereka menempati los itu. Tapi permasalahannya mereka hanya ingin menambah fasilitas untuk faktor keamanannya. ‘’Jadi, para pedagang itu mau menempati los ini, tapi ada inisiatif yang mereka usulkan ke pemerintah untuk disetujui,’’ paparnya.

Terkait kapan keputusan boleh dan tidaknya penambahan sejumlah fasilitas yang diusulkan pedagang itu, Supeno belum bisa memastikan. Yang jelas, Komisi III tidak akan memaksa dinas terkait mengambil keputusan secepatnya. Apalagi, proyek tersebut baru diresmikan akhir Desember 2019 lalu. Sedangkan sekarang masih masa pemeliharaan oleh rekanan. ‘’Ya, ngikutin aja, kapan boleh dilakukan kalau memang usulan itu disetujui,’’ ucapnya. (tif/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close