Ponorogo

Klarifikasi Kematian Tri Umar Setiani

Dewan Cek Kondisi PT Andika Putra Mandiri

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tewasnya Tri Umar Setiani, 23, calon pekerja migran Indonesia (CPMI), di sumur penampungan PMI di Ngrupit, Jenangan, disorot wakil rakyat. Dewan meminta penyalur jasa PMI (PJPMI) lebih memperhatikan kondisi CPMI selama tinggal di penampungan. Dari sejak masa pelatihan hingga berangkat ke negara tujuan. ‘’Pengawasan terhadap CPMI tidak boleh disepelekan,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Pamuji.

Tri ditemukan tak bernyawa pada Minggu (3/11) di sebuah sumur milik PT Andika Putra Mandiri —PJPMI di Ngrupit, Jenangan. Warga Dagangan, Kabupaten Madiun, itu sejak sepekan sebelumnya tinggal di penampungan CPMI. Sedianya, Tri akan diberangkatkan ke Taiwan. Namun, takdir berkata lain. Insiden itu memantik kecemasan wakil rakyat. Mereka khawatir, perlakuan para PJPMI terhadap CPMI di Ponorogo kurang baik. Buktinya, Tri yang ditemukan tak bernyawa, diduga tersebab mengakhiri hidupnya sendiri. Selasa lalu (5/11), Pamuji dan rekan dari komisinya sempat menyambangi PJPMI tersebut guna menggali informasi lebih dalam. Selama beberapa jam di lokasi, Pamuji cs turut memeriksa kondisi penampungan dan tempat pelatihan para CPMI. ‘’Meski PJPMI ini dinyatakan legal, tapi pengawasan di kompleks PJPMI ini seharusnya bisa ditingkatkan,’’ ujarnya.

Pamuji mengingatkan, Ponorogo merupakan salah satu daerah yang cukup banyak menyuplai PJPMI di tanah air. Kredibilitas ini harus dapat dijaga semua pihak terkait. ‘’Kami harapkan kejadian serupa tidak terulang,’’ tegasnya.

Hal senada ditegaskan Sekretaris Komisi D DPRD Relelyanda Solekha. Dia mempertanyakan perlindungan asuransi para CPMI di PT Andika Putra Mandiri. Seharusnya, Tri juga mendapat fasilitas perlindungan selaiknya pekerja di sektor lain. ‘’Apa pun, kondisinya korban merupakan CPMI yang sudah terdaftar dan tinggal menunggu terbang. Seharusnya dilindungi asuransi,’’ tekannya.

Kepala Disnaker Bedianto mengaku telah melakukan pengawasan secara berkala. Tak hanya kepada PJPMI, juga berbagai lembaga balai latihan kerja (BLK) lain di Bumi Reyog. Terkait perlindungan asuransi korban, disnaker memfasilitasi pengurusan persyaratan untuk memenuhi hak santunan keluarga yang ditinggalkan. ‘’Korban sudah terdaftar BPJS, tinggal melengkapi persyaratan untuk klaimnya,’’ ujarnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button