Advertorial

KKN Kelompok 50 Unipma Kembangkan Aplikasi Sistem Bank Sampah Manisrejo

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemahaman masyarakat akan pentingnya pemanfaatan sampah masih perlu ditingkatkan. Barang rusak, benda tak terpakai, kemasan produk, sisa makanan semua dibuang begitu saja. Sebagian bertumpuk di tempat pembuangan akhir, selebihnya berserakan di jalan atau mengambang di sungai.

Kebanyakan dari kita tampaknya belum sadar akan pentingnya pengelolaan dan pengolahan sampah yang baik. Selama sampah di depan rumah diangkut setiap hari oleh petugas kebersihan, maka sepertinya tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan.

Padahal, sampah tidak sekedar membuat pandangan tak enak atau bau tidak sedap. Penyelesaian masalah sampah tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan petugas kebersihan saja. Seluruh lapisan masyarakat harus turut serta membantu pemerintah untuk bergerak bersama dalam menangani masalah sampah. Salah satunya dengan penerapan prinsip 3-R (Reduce, reuse, Recycle) dalam wujud bank sampah.

Bertepatan dengan itu mahasiswa KKN Tematik Bakti Negeri UNIPMA 2021 sempat akan diterjunkan ke Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Namun, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kebijakan baru kemudian diterapkan untuk KKN dialihkan di desa masing-masing menjadi KKN Tematik mandiri di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Maka dari itu Luaran Wajib yang di publikasikan sebagai berikut. Ada beberapa Program Kerja yang wajib di laksanakan. Antara lain, pengabdian ini bertumpu pada empat program. Meliputi literasi numerisasi, KB kependudukan, pemulihan ekonomi nasional melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta relawan covid-19 dan perubahan perilaku.

Program unggulan utama kelompok KKN kami yaitu Bank Sampah “Rizky Laris Lancar Manis VI Manisrejo”. Mahasiswa KKN kelompok 50 yang berjumlah 18 orang tersebut juga membuat program unggulan lainnya seperti KRPL (kawasan ruang pangan lestari) budidaya sayur dan TOGA, pembibitan ikan nila, ikan gurame, pembuatan masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan (CTPS), pembuatan tempat sampah pembinaan PKK, dan UMKM.

Program kerja bank sampah merupakan sistem mengelola sampah dengan menampung, memilah, dan mendistribusikan sampah ke fasilitas pengolahan sampah yang lain atau kepada pihak yang membutuhkan. Sehingga sampah di tempat pembuangan akhir bisa berkurang dan bahkan bisa menambah nilai guna barang yang sebelumnya dianggap tak berguna.

Sistem bank sampah yang berjalan sesuai standarisasi memiliki potensi pengembangan yang sangat baik dan mampu memajukan lingkungan dan warga setempat. Mari kita kenali, pelajari, dan aplikasi sistem bank sampah di lingkungan setempat. Mari bergerak! (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button