Advertorial

Kisah Sukses Arnie, Seorang ASN yang juga Pebisnis Ikan Segar

Dari Gerobak Roda Tiga, Kini Punya Kios

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun –  Bagi penggemar program berita Radio Republik Indonesia (RRI) tidak asing dengan nama Rani Wardhana. Nama udara Arnie Dwi Lestari sering didengar pecinta radio di era 1990-an di Kota Madiun. Suaranya kerap mengudara membacakan program berita hingga hiburan di radio milik pemerintah tersebut. Siapa sangka di tengah kesibukannya bekerja di RRI, Arnie masih bisa meng-handle langsung bisnis ikan segar yang dijalankannya sejak 2014. ‘’Dulunya belum kios seperti ini, masih gerobak dan keliling kampung,’’ jelas Arnie.

Sebagai penyiar, Arnie kerap membaca artikel tentang kandungan gizi dalam ikan segar. Informasi yang banyak diserapnya ini yang mendorongnya menekuni bisnis ikan segar. Bermodal gerobak roda tiga, lulusan S2 Universitas Gajayana Malang ini nekat berkeliling menjajakan ikan segar yang diperolehnya dari nelayan di sejumlah daerah. Usaha ini dijalaninya selepas jam kerjanya di RRI berakhir. ‘’Nggak sekadar jualan, saya juga berupaya mengedukasi pembeli. Misalnya, kandungan gizi dan manfaatkan ikan kalau dikonsumsi seperti apa,’’ terangnya.

Berjibaku dengan bau amis tidak membuat aparatur sipil negara (ASN) ini merasa gengsi. Kerja kerasnya pun berbuah hasil manis. Sekitar 2015, dia mampu membuka kios di Jalan Taman Praja. Ikan segar yang dijualnya pun semakin beragam, totalnya ada 16 jenis. Ikan jenis salmon, makarel, tuna, dan udang yang paling banyak diminati konsumen. ‘’Kami mengambil ikan segar langsung dari nelayan Tuban, Lamongan, Rembang, dan Pacitan. Meski Madiun jauh dari laut masih bisa mendapat ikan segar dengan mudah,’’ ucapnya.

Ibu dua anak ini pun punya tips memilih ikan yang layak konsumsi. Pertama insang ikan tidak berbau menyengat, mata ikan bening, dan daging ikan kenyal. Semakin ikan lembek dan mudah hancur maka ikan tersebut sudah tidak segar. ‘’Saya tidak pelit memberikan tips memilih ikan, konsumen yang datang kami ajari memilih ikan segar dan layak konsumsi,’’ katanya.

Di tengah kesibukannya, ibu dari Dimas dan Wisnu ini tidak melupakan perannya sebagai ibu. Dia tetap meluangkan waktu untuk merawat kedua buah hatinya. Dari menyiapkan sarapan, hingga berkomunikasi intens dengan suami dan anak-anaknya. ‘’Meski mereka sudah lulus kuliah, tetap saya pantau. Komunikasi jalan, ini bagian dari saya untuk dekat dengan keluarga,’’ ungkapnya.

Arnie pun berharap bisnis yang dijalaninya juga menginspirasi sesama perempuan agar dapat menciptakan penghasilan atas dirinya sendiri. Menurutnya, perempuan lebih mandiri jika bisa berbisnis dan mendapat penghasilan atas usahanya. ‘’Dengan penghasilan yang dimiliki, juga bisa  berbagi ke sesama yang kurang beruntung,’’ pungkasnya. (ti5/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button