Magetan

Kisah Keikhlasan Suparno Mengatur Lalu Lintas di Magetan

Sukarela Berdiri Urai Keramaian Monginsidi

Suparno tak lagi muda. Namun tetap semangat melakukan sesuatu yang mungkin tak banyak orang bersedia melakoninya. Setiap sore, pria 49 tahun itu sukarela berdiri mengatur lalu lintas di depan SPBU Selosari, Magetan. Tak peduli panas maupun hujan.

===================

FATIHAH IBNU FIQRI, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

SABAN sore, Jalan Monginsidi begitu padat. Di sepanjang jalan di Selosari itu terdapat SPBU, SMAN 1 Magetan, Blok M, dan GMBC. Keberadaan SPBU itu pun dekat dengan pertigaan air Candirejo. Lalu-lalang kendaraan dengan berbagai tujuan kerap menumpuk di jam sibuk. Tidak sedikit yang berbelok ke SPBU sehingga menimbulkan antrean panjang dan lalu lintas menjadi semrawut.

Pemandangan semrawut itu sudah jarang terlihat setahun terakhir ini. Kini, arus lalu lintas berangsur lancar. Siapa pun yang pernah lolos dari keramaian itu, harus berterima kasih kepada Suparno. Meski pria parobaya ini tak pernah mengharapkan itu. Semua tugas sosial itu dilakukannya dengan hati tulus. ‘’Dulu banyak sekali truk-truk besar yang ikut antre di pom bensin. Jadi sering macet kalau sore. Akhirnya saya bantu urai,’’ kata warga Candirejo itu.

Hampir setiap hari mulai pukul 15.00-18.00 Suparno berdiri di depan SPBU. Mengenakan rompi oranye dengan senter panjang dan bendera kecil di kedua tangan. Malam harinya dia menjadi penjaga di salah satu kantor OPD di Magetan. Pagi sampai siang dimanfaatkannya untuk istirahat. Beberapa pengendara memberinya uang selayaknya tukang parkir. Namun, tidak sedikit yang hanya mengucapkan terima kasih. Terkadang mendapatkan bonus dari manajer SPBU. Tahun lalu dia pun dihadiahi jas hujan dari Satlantas Polres Magetan. Di rumah, anak Suparno masih bersekolah. Sedangkan istrinya buka toko kelontong kecil-kecilan. ‘’Disyukuri saja. Berapa saja diterima. Yang penting tetap kerja,’’ ucapnya.

Penghujan ini tak lantas membuat Suparno berhenti. Setiap sore dia tetap bersiaga mengatur arus lalu lintas di sekitaran Jalan Monginsidi. Sederas apa pun tetap diterjang. ‘’Justru kalau hujan itu banyak pengendara yang sembrono,’’ ungkapnya.

Pernah pula dia hampir ditabrak sebuah mobil. Beruntung masih sempat menghindar ke pinggir jalan. Saat itu sedang hujan sehingga pengendara mobil tak melihatnya dengan jelas. ‘’Yang penting selamat dan hati-hati di jalan,’’ katanya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button