Ponorogo

Kisah Ayup Welliansyah, Pengangkat Mayat dari Dalam Sumur

Demi mengevakuasi jasad di dalam sumur, nyawa Ayup Welliansyah dipertaruhkan. Atas dasar kemanusiaan, dia menjadi relawan tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.

========================== 

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

BAGIAN tubuh Ayup Welliansyah diselimuti berbagai macam perlengkapan keamanan. Tali yang mengikat di badannya dikencangkan kembali. Sebelum akhirnya masuk ke dalam sumur sedalam tujuh meter di Desa Prajegan, Sukorejo, Ponorogo. Bau bangkai menusuk hidungnya yang tanpa mengenakan masker.

Senter pencahayaan dari atas sumur menyorot tubuh mengapung di air. Ayup bergegas mengikatkan jasad pria itu ke tubuhnya. Kemudian perlahan naik permukaan. ‘’Pengalaman pertama mengevakuasi mayat 22 Februari lalu,’’ kata Ayup, relawan tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.

Namanya pengalaman pertama, warga Singosaren, Jenangan, itu dilanda ketakutan. Bukan karena masuk ke dalam sumur yang gelap. Atau waswas karena tugas dadakan setelah relawan yang biasa dimintai tolong BPBD tidak bisa datang. Melainkan imajinasinya terhadap jasad yang harus dievakuasi. ‘’Takut kalau tiba-tiba bangun bagaimana,’’ kelakarnya seraya menyebut sejak itu ditunjuk sebagai penerjun sumur mengevakuasi mayat.

Pengalaman yang tidak dilupakannya ketika harus menaikkan jasad nenek 85 tahun, 31 Oktober lalu. Kesulitan yang dihadapinya harus masuk sumur sedalam 15 meter dan diamater hanya 80 sentimeter. Lebar terbatas itu membuatnya kesulitan mendudukkan korban di pangkuannya. Perasaannya berkecamuk ketika merasakan bagian tulang patah. Lengannya juga penuh darah. Belum lagi napasnya tersengal-sengal karena oksigen sedikit. ‘’Lemas setiba di atas, karena saya ini fobia darah. Waktu kecil pernah melihat laka lantas dengan korban meninggal dunia,’’ ungkapnya.

Bermodal kemanusiaan, Ayup menepikan rasa takutnya. Mengesampingkan nyawanya sendiri yang juga bisa terancam. Sebab, biasanya sumur mengandung gas beracun. ‘’Perlu mental kuat, tidak panik, dan skill mumpuni tentang vertical rescue,’’ ujarnya seraya menyebut teknik dasar penyelamatan itu dipelajarinya ketika ikut ekstrakurikuler pencinta alam. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button