Ponorogo

Kirab Tiga Pusaka Tolak Bala Korona

Berharap saat Ramadan Pagebluk Mereda

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Virus korona sudah menjangkiti sebagian warga Ponorogo. Supaya kasus itu tidak semakin meluas berbagai cara dilakukan. Termasuk dengan menggelar ritual bedol tiga pusaka utama Ponorogo untuk kemudian dikirab keliling alun-alun pada Selasa (14/4) dini hari.

Pusaka yang dikirab itu berupa tombak Tunggul Nogo, Payung Tunggul Wulung, dan Angking Cinde Puspito. Ketiga benda itu merupakan pusaka utama bumi Reyog. Prosesi kirab diawali dengan berziarah ke makam Batoro Katong, Marto Hadinegoro, Tjokronegoro dan pertapaan Klampis Ireng.

Setelah proses itu selesai dijalani pelaksanaan bedol desa pun dilakukan. Sebagai simbol tolak bala, para sesepuh membuka penutup tombak Tunggul Nogo. ‘’Kalau kirab pusaka, biasanya hanya dibawa. Kalau ini penutup tombaknya kami buka, karena tujuannya tolak bala,’’ kata Koordinator Bedol Pusaka Sunarso.

Selepas prosesi kirab pusaka keliling alun-alun, para pemangku budaya melakukan doa bersama dengan kiai dari Tegalsari. Sunarso berharap pagebluk yang saat ini sedang terjadi segera berakhir. ‘’Dampaknya luar biasa. Harapan kami, Ramadan nanti semua sudah bisa kembali seperti sedia kala,’’ harapnya.

Terpisah, Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan ritual bedol pusaka itu merupakan bagian dari ikhtiar mengusir korona. ‘’Jadi pusaka ini sebenarnya hanya dikeluarkan setahun sekali menjelang hari jadi Ponorogo. Tapi, karena ini ada kejadian yang menurut kita luar biasa, para sesepuh memberi saran ini waktunya kirab pusaka,’’ terangnya. (naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close