Madiun

Kirab Gunungan Sepi, Wali Kota Kecewa

Maidi Minta Maaf ke Warga

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun –Wali Kota Madiun Maidi kecewa berat Sabtu lalu (9/11). Penyebabnya, acara kirab gunungan rangkaian peringatan Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan disbudparpora sepi pengunjung. Padahal, anggaran yang dialokasikan cukup besar, mencapai sekitar Rp 450 juta.

Secara terbuka Maidi memuntabkan kekecewaannya di hadapan warga yang hadir dalam pembukaan Grebeg Maulid di alun-alun Kota Madiun itu. Menurut dia, itu sebagai bentuk transparansi atas kinerja disbudparpora yang belum memuaskan. ‘’Kegiatan ini anggarannya cukup besar. Saya mohon maaf kalau tahun ini kegiatannya tidak begitu ramai,’’ ucapnya.

Maidi mengungkapkan, alokasi anggaran kirab gunungan itu menelan Rp 26 juta. Tapi, penggarapannya sangat minimalis. Bahkan, beberapa rangkaian kegiatan, seperti acara geguritan dan dongeng di Masjid Kuncen, Jumat lalu (8/11), dia dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak diundang.

Maidi menuding disbudparpora kurang matang menyusun perencanaan kegiatan. Sehingga, Kirab Gunungan Jaler-Estri kurang meriah. Belum lagi, rute kirab juga berubah. Semula direncanakan berangkat dari Masjid Kuncen dan berakhir di alun-alun Kota Madiun. Tiba-tiba diubah. Start dari Masjid Kuno Taman dan finis di Madiun Square. ‘’Ke depan ini akan jadi bahan evaluasi,’’ katanya.

Meski kirab gunungan jauh dari ekspektasi, Maidi berusaha pasang badan. Selain minta maaf langsung kepada masyarakat, dia juga menduga kurang meriahnya perayaan Grebeg Maulid karena banyak kegiatan yang di-handle disbudparpora. ‘’Mungkin disbudparpora saking sibuknya. Kan (sebelumnya) habis Hari Santri. Jadi, karena padatnya kegiatan dan kurangnya pembagian SDM,’’ terangnya.

Sebagai tindak lanjut, ke depan pemkot akan membuat susunan agenda kegiatan seni dan budaya. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui kegiatan yang disajikan pemkot sejak jauh-jauh hari. ‘’Artinya, mulai kesiapan tim anggaran, kemudian pemaparan skedul kegiatannya apa saja, melibatkan siapa saja, publikasinya seperti apa, itu harus jelas,’’ beber Maidi.

Dia pun ingin melihat sejauh mana target yang ingin dicapai masing-masing OPD sebagai implementasi program Panca Karya tahun depan. ‘’Akhir tahun ini akan kita plotting. Jadi, semua OPD harus sudah setor kegiatannya selama satu tahun nanti,’’ ungkapnya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button