AdvertorialMadiun

Kinerja RSUD dr Soedono Diapresiasi Khofifah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus katarak yang angkanya terus bertambah menjadi perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sebab, sekitar 80 persen dari 400 ribu angka kebutaan di Jatim disebabkan katarak. Bahkan, angka itu lebih tinggi dari rata-rata nasional. ‘’Penyebabnya itu yang harus diatasi,’’ kata Khofifah saat kunjungan gotong royong untuk percepatan penanganan katarak Jatim di RSUD dr Soedono Madiun Jumat (11/10).

Dia menargetkan pada 2023 Jatim sudah bebas katarak. Realisasi itu diwujudkan dengan penanganan minimal 5.000 penderita katarak mulai tahun ini. Serta ditunjang kerja sama dengan Komite Mata Daerah (Komatda), Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), dan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah sempat menemui langsung pasien katarak yang baru menjalani operasi di RSUD dr Soedono. Sekaligus mengapresiasi kinerja pihak rumah sakit yang menerapkan teknologi canggih dalam penanganan pasien katarak.

Kadinkes Jatim Kohar Hari Santoso menambahkan, RSUD dr Soedono telah menerapkan metode fakoemulsifikasi (phacoemulsification) dalam hal penanganan katarak. Dengan metode tersebut, pihaknya menargetkan RSUD dr Soedono bisa melayani sekitar 500 penderita katarak sampai akhir 2019.

Direktur RSUD dr Soedono dr Bangun Trapsila Purwaka menjelaskan, metode fakoemulsifikasi mempercepat pelayanan operasi pada pasien katarak. Mereka tidak perlu lagi menunggu hingga tahap matur atau parah. ‘’Proses operasi maksimal 15 menit tertangani,’’ kata dr Bangun.

Selain efisien dari sisi waktu, saat dioperasi pasien tidak perlu dijahit. Karena irisannya hanya 2,5 milimeter. Dengan metode fakoemulsifikasi, total sudah 600–650 pasien katarak yang dilayani oleh RSUD dr Soedono. ‘’Itu artinya kami sudah melampaui target. Dan, terus kami maksimalkan,’’ ucap dr Bangun.

Wadir Yanmet RSUD dr Soedono dr Moch. Hafidin Ilham S PAM berharap, penggunaan metode fakoemulsifikasi dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Serta mengentaskan angka kebutaan di Jatim yang disebabkan katarak. (kid/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button