features

Kimberly Kesulitan Warnai Baju, Kenzo Disambi Bermain

Dari Lomba Mewarnai HUT Ke-76 RI yang Digelar Radar Madiun

Lomba mewarnai HUT Ke-76 RI yang digelar Jawa Pos Radar Madiun telah tuntas dilaksanakan. Dari ribuan karya yang masuk, hasil kreasi Kimberly, Kenzo, dan Farensa dinobatkan sebagai yang terbaik. Bagaimana kisah di balik sukses mereka?

ELIT AMINATUS SAADAH, Jawa Pos Radar Madiun

PANDANGAN Kimberly Quinn Kharisma fokus ke selembar kertas bergambar seorang pemuda bermasker memegang bendera merah putih di depannya. Sementara, tangan kanannya memainkan krayon, memoles gambar itu dengan komposisi warna dan goresan khas anak-anak.

Setelah semua bagian gambar mendapat polesan warna, Kimberly mengamati dengan saksama. Memastikan gradasi warna yang dihasilkan sudah sesuai dengan keinginannya. ’’Sejak playgroup sudah saya ajari cara mewarnai,’’ ujar Yossy Novarina, ibunda Kimberly.

Kimberly dinobatkan sebagai juara I lomba mewarnai HUT Ke-76 RI yang digelar Jawa Pos Radar Madiun. Karya bocah itu berhasil menyisihkan hasil kreasi ribuan siswa PAUD dan TK se-Madiun Raya yang mengikuti ajang tersebut.

Bakat menggambar Kimberly sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Nyaris setiap waktu luangnya diisi dengan kegiatan mewarnai. Meski begitu, siswi TK Joy Kids Kota Madiun itu sempat kesulitan dalam pemilihan warna saat mengikuti lomba mewarnai yang digelar Jawa Pos Radar Madiun. ‘’Misalnya saat mewarnai objek baju,’’ kata Yossy.

Kesulitan juga sempat dialami Kenzo Lieonel Elia yang dinobatkan sebagai juara II. Bocah 5 tahun itu harus membutuhkan waktu hingga 10 jam untuk menyelesaikan karyanya. ”Waktu mengerjakan ya disambi bermain. Pas capek saya ajak istirahat,” ungkap Elizabeth Susanti Dewi, ibunya, usai penyerahan hadiah dan piala di kantor Jawa Pos Radar Madiun kemarin.

Sementara, juara III diraih Farensa Abrilea Ramadhani. Sejak usia 3 tahun bocah itu sudah akrab dengan peralatan menggambar dan mewarna. Pun, terbilang sering mengikuti lomba. ”Saya tanamkan agar menghargai sebuah proses, kalau menang itu bonus,” kata Vionita, ibunda Farensa.

Direktur Jawa Pos Radar Madiun Wahyudi Novianto mengapresiasi lomba mewarnai yang mengusung konsep di rumah saja itu. Setidaknya, bisa menjadi alternatif mengusir kejenuhan siswa PAUD dan TK selama pandemi. ’’Ini kegiatan yang positif. Bisa untuk menyalurkan bakat anak sekaligus wadah mengekspresikan perasaan mereka melalui mewarnai,’’ ujarnya. * (dilengkapi Sri Mulyani/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button