Advertorial

Khofifah Serahkan Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan ke Ahli Waris

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sejumlah bantuan diserahkan Pemprov Jatim kepada warga Ponorogo Selasa (6/4). Di antaranya penyerahan santunan jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun kepada tiga ahli waris penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) di Pringgitan. Totalnya mencapai Rp 252 juta. Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan mandiri BPJamsostek kepada dua peserta baru FK BPD Kabupaten Ponorogo.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim Deny Yusyulian mengaku pihaknya tengah berupaya agar iuran bulanan BPJamsostek dari kepesertaan BPD Kabupaten Ponorogo itu dapat ditanggung pemkab. Usulan tersebut bahkan telah disampaikannya langsung kepada Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. “Sambil menunggu proses tersebut untuk sementara ini mandiri dulu,” katanya.

Diungkapkan Deny, penyerahan santunan kepada ahli waris penerima manfaat program BPJamsostek itu merupakan upaya pihaknya dalam membantu perekonomian masyarakat. Dia berharap santunan tersebut dapat memotivasi warga Ponorogo lainnya untuk ikut bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Proses registrasinya cukup mudah. Selain itu, iuran yang dibayarkan per bulannya juga termasuk ringan. Hanya Rp 16.800,” terang Deny.

Dia menambahkan BPJamsostek juga menjalankan penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) pada 2020. Hanya pada tahun ini alokasi bantuan itu dialihkan untuk program vaksinasi kepada peserta BPJamsostek. Saat ini proses tahap awal vaksinasi tersebut telah berjalan dengan prioritas utama tenaga kesehatan dan pelayan publik. ‘’Prioritas berikutnya masuk ke sektor pelaku usaha dan pariwisata. Karena ekonomi mereka ikut terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Gubernur Khofifah mengapresiasi keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya pemulihan ekonomi di Jatim melalui programnya berupa santunan jaminan kematian (JKM). “Tentu itu bisa membantu memulihkan ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata mantan menteri sosial tersebut. (fac/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button