Ngawi

Kewalahan, Tolak Pesanan 10 Peti Jenazah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pembuat peti jenazah di Gang Sikatan, Jalan Dr Wahidin, Ketanggi, Ngawi, kewalahan menerima pesanan. Sunari, perajinnya, terpaksa menolak lantaran pesanan yang masuk melebihi batas kemampuan. ‘’Pemesannya dari beberapa rumah sakit di Ngawi,’’ kata Sunari, Sabtu (10/7).

Sunari mengungkapkan, pesanan tiga peti jenazah per hari diterima dalam sepekan terakhir. Permintaan tersebut melampaui kemampuan membuat dua peti per hari. Pihaknya bisa memenuhi dengan konsekuensi kerja lembur sampai malam. ‘’Sebelum kasus kematian akibat Covid-19 meningkat, pesanan yang masuk dalam sepekan rata-rata dua peti per pekannya,’’ ujar pria 62 tahun itu.

Beberapa waktu lalu, Sunari sempat menerima permintaan membuat 10 peti jenazah. Namun, pesanan itu ditolak. Usia yang tidak lagi muda membuatnya kesulitan memproduksi peti dalam jumlah banyak. ‘’Saya kerja sendirian,’’ ucapnya.

Dia mengatakan, pembuatan satu peti sepanjang 2,1 meter dan lebar 50 sentimeter memakan waktu sekitar tiga jam. Meski permintaan meningkat, pasokan kayu sengon atau mangga tidak pernah terlambat. ‘’Harga satu peti untuk pasien Covid-19 Rp 900 ribu dan umum di kisaran Rp 1,2 juta,’’ pungkasnya. (mg5/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button