AdvertorialMadiun

Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Paerah Tak Keluarkan Biaya Perawatan

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Mampu menjalani hari-hari dalam keadaan sehat menjadi harapan Paerah di usianya yang tak lagi muda. Pengalamannya pernah menderita sakit dispepsia akut disertai dengan vertigo, membuatnya selalu bersyukur atas kesembuhan yang telah diberikan. Kala itu penyakit dispepsia atau lebih dikenal dengan sakit mag, mengakibatkan rasa nyeri dan panas pada lambung. Perempuan 50 tahun tersebut juga mengalami vertigo. Mengharuskannya untuk menjalani rawat inap di salah satu fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL). “Awalnya saya tidak tahu kalau sakit mag akut,” ujarnya.

Paerah harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih lima hari, akhirnya dia dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Dia bersyukur dan lega karena tidak ada biaya yang harus dibayarkan selama mendapatkan perawatan dan pengobatan di rumah sakit. “Alhamdulillah saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Saya menempati hak kelas saya, dan semua dijamin oleh BPJS Kesehatan,” terangnya.

Paerah yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) merupakan peserta mandiri. Sebagai peserta mandiri, Paerah mempunyai kewajiban untuk membayar iuran setiap bulannya. Hal itu dilakukannya karena dia merasa bertanggung jawab atas iuran yang harus dibayarkan. Baik dalam keadaan sehat maupun tidak, baginya membayar iuran adalah suatu kewajiban. “Saya tidak pernah telat membayar iuran setiap bulannya. Saya pun baru memanfaatkan program JKN-KIS saat rawat inap kemarin,” jelasnya.

Paerah menegaskan, dalam keadaan apa pun iuran itu wajib untuk dibayarkan. Pasalnya, ketika dihitung,  iuran yang sudah dibayarkannya tidak cukup jika harus digunakan untuk meng-cover biaya pengobatannya. Pun dibandingkan jika tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Tentu akan mengeluarkan biaya pengobatan lebih mahal. “Yang saya rasakan, saya dibantu oleh peserta JKN-KIS lainnya, sehingga lebih mudah dan praktis serta tidak perlu ribet,” terang Paerah.

Dia berharap program JKN-KIS akan selalu ada di tengah masyarakat agar senantiasa memberi rasa tenang akan jaminan kesehatannya. Terlebih bagi masyarakat yang tergolong kurang dari segi ekonomi, mereka juga mendapatkan hak dalam hal jaminan kesehatan. “Program JKN-KIS adalah solusi mengantisipasi kesehatan masyarakat sedini mungkin, dan membuat saya lebih senang dan tenang,” pungkasnya. (afi/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button