features

Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun Jamadi, Sempat Positif Covid dan Tiga Pekan Jalani Isolasi

Tak pernah terlintas di benak Jamadi bakal menjadi hakim. Maklum, sejak kecil pria yang kini menjabat ketua PA Kota Madiun itu menggandrungi sepak bola. Bagaimana perjalanan karirnya di dunia hukum?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

TANGGAL 7 Februari lalu menjadi babak baru bagi perjalanan karir Jamadi. Pria itu resmi menjabat ketua Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun setelah sebelumnya bertugas di Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan jabatan sama. Pun, dia merasa beruntung lantaran pernah bertugas di Jawa Timur, tepatnya Kangean, sebagai calon hakim sejak 2006 hingga 2009. ”Jadi, (Kota Madiun) seperti rumah sendiri, tidak perlu adaptasi lama,’’ ujarnya, Selasa (9/3).

Baru dua hari menjabat ketua PA Kota Madiun, cobaan berat menimpa Jamadi. Dia merasa tubuhnya ada yang tidak beres hingga memilih pulang kampung ke Sumenep. Namun, sakitnya tak kunjung sembuh. Suami Nizar Zulfa itu lantas melakukan tes swab dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. ”Langsung isolasi dan perawatan kurang lebih tiga minggu. Setelah benar-benar sembuh, baru balik ke Madiun,” kenang pria 43 tahun itu.

Alumnus Universitas Al Azhar, Mesir, jurusan Syariah Islamiyah itu meniti karirnya di bidang hukum dari bawah. Dimulai dari calon hakim, lalu berlanjut menjadi hakim. Pun, dia kerap berpindah tugas, mulai PA Sambas, Singaraja, hingga Magelang sebelum akhirnya menjabat wakil ketua PA Tasikmalaya. ‘’Dari hakim menjadi pimpinan tentu tanggung jawabnya lebih besar,’’ sebutnya.

Saat menjabat sebagai hakim, tugas Jamadi hanya mengurusi teknis perkara. Sedangkan ketika menjadi pimpinan juga dituntut menguasai teknis manajemen dan pelayanan. ‘’Yang paling menantang ya waktu di Tasikmalaya, terkait budaya masyarakatnya maupun kompleksitas perkara,” ujar pria yang kini tengah menempuh pendidikan S-3 di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, itu.

Sejak bertugas di PA Kota Madiun, Jamadi telah merancang berbagai program. Di antaranya, menjadikan lembaganya wilayah bebas dari korupsi (WBK) serta wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). ”Rencananya, di PA sini nanti juga ada zona ramah disabilitas,’’ tuturnya. (*/isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button