Mejayan

Ketua MUI Kabupaten Madiun: Penutupan Masjid Jangan Dibenturkan Macam-Macam

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sejumlah warga yang hendak menunaikan salat Jumat di Masjid Quba kecele, Jumat (9/7). Sebab, tempat ibadah di sisi barat alun-alun Mejayan itu ditutup selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Di regulasi itu pemerintah menginstruksikan penutupan tempat ibadah untuk sementara. Puluhan umat Islam balik kanan setelah sampai di gerbang masjid. ‘’Kurang setuju tempat ibadah ditutup. Padahal yang lain buka. Seperti tebang pilih,’’ kata Heri Sugiarto, salah seorang jamaah yang balik kucing.

Pantauan di lapangan, di antara puluhan warga tak sedikit yang menggerutu ketika mendapat penjelasan dari petugas bahwa masjid ditutup selama PPKM darurat. ‘’Saya tahu saat ini PPKM darurat, tapi urusan ibadah ini. Toh juga bisa prokes dengan pakai masker, hand sanitizer, dan jaga jarak,’’ ujar warga Kelurahan Bangunsari, Mejayan, itu.

Frengky Fathoni, petugas pengamanan Masjid Quba, menjelaskan bahwa penutupan itu sesuai ketentuan yang berlaku. Baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Pun, tiga regulasi itu juga dipasang pada banner yang dibentangkan di gerbang masjid. ‘’Yang diperbolehkan salat Jumat hanya takmir, jamaah asli sini, dan pegawai puspem (pusat pemerintahan),’’ kata Frengky.

Terpisah, Ketua MUI Kabupaten Madiun Rodli Makmun tidak mempermasalahkan penutupan Masjid Quba. Penutupan itu sesuai ketentuan pemerintah. ‘’Saya yakin, aturan sudah diperhitungkan matang demi kemaslahatan manusia. Jadi, ya ditaati,’’ ujar Makmun, Sabtu (10/7).

Makmun mengungkapkan, ibadah merupakan kewajiban umat beragama. Namun, ada kondisi tertentu ibadah mendapat pengecualian. Contoh di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Sehingga, penutupan Masjid Quba memang perlu. Mengingat masjid dapat didatangi jamaah heterogen.

‘’Masjid-masjid di tepi jalan raya juga perlu ditutup, karena berpotensi ada jamaah dari luar daerah. Kalau masjid-masjid di kampung tetap bisa salat Jumat dengan pengetatan khusus, warga setempat, dan tertib prokes,’’ jelas Makmun.

Makmun yakin ketentuan pemerintah untuk keselamatan. Pun keselamatan manusia merupakan salah satu hal penting dalam ajaran agama. Dia berharap masyarakat menyadari. ‘’Bagaimanapun, aturan darurat ini harus ditaati. Jangan malah dibenturkan dengan yang macam-macam. Masjid jangan dibandingkan dengan pasar,’’ tandasnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button