Advertorial

Ketua DPRD Ngawi Sebut PTM Layak Digelar

DI momen Hardiknas ke-62, DPRD Ngawi mengajak publik merenungkan kembali makna pendidikan. Khususnya pembelajaran para peserta didik yang harus dilangsungkan dari rumah selama setahun lebih akibat pandemi Covid-19. ‘’Ini menjadi tantangan besar pemkab,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar Senin (3/5).

Menurut Heru, kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menuntut pemkab untuk memberikan pelayanan maksimal. Salah satunya pemanfaatan kemajuan teknologi sebagai media pembelajaran. Namun, dalam pelaksanaannya, muncul sejumlah persoalan baru.

Salah satunya, ketimpangan akses internet akibat kondisi geografis berupa daratan dan pegunungan. Meski tidak terlalu signifikan, namun ada beberapa wilayah di pegunungan yang susah memperoleh sinyal. ‘’Juga belum semua peserta didik punya gadget,’’ ujarnya.

Persoalan lain, lanjut dia, sulitnya pengawasan pembelajaran jarak jauh. Tanpa ada evaluasi, tidak bisa dipastikan apakah siswa atau orang tua yang mengerjakan materi. ‘’Maka dari itu, saat ini yang harus diacungi jempol adalah orang tua,’’ ungkapnya.

Heru mengakui, bagian terpenting dari pembelajaran adalah tatap muka antara guru dengan siswa. Namun, kondisi saat ini dilematis karena persebaran pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda berhenti.

Karenanya, bila pemkab ingin menerapkan pembelajaran di kelas, persiapannya harus matang. ‘’Pembelajaran tatap muka mutlak. Karena yang diajarkan bukan hanya pengetahuan, tapi interaksi itulah yang akan membentuk kepribadian dan karakter peserta didik,’’ pungkasnya. (mg3/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button