Ngawi

Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Sumur Warisan Belanda

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sudah dua bulan warga Dusun Joho, Karangtengah Prandon, Ngawi, memilih mengambil air dari sumur umum. Pasalnya, sumur rumahnya tak lagi mengeluarkan air. Kondisi tersebut hampir puluhan tahun dialami warga saat musim kemarau. ‘’Tahun ini paling terasa,’’ kata Gutoyo, salah seorang warga setempat.

Banyaknya warga yang kesulitan air membuat mereka harus antre mendapatkan air bersih. Sebab, sumur peninggalan  zaman kolonial Belanda itu juga jadi jujukan warga desa lain. Yakni, Kerek, Napel, Sadang, bahkan hingga Jawa Tengah. Dalam sehari, pagi dan sore, puluhan warga mengantre air bersih. ‘’Kalau pagi mulai jam enam sampai tengah hari. Sore jam tiga warga datang lagi,’’ ungkapnya.

Meski berusia puluhan tahun, sumber air tersebut tak pernah  surut. Pun saat musim kemarau. Bahkan, warga memanfaatkan untuk mandi dan mencuci. ‘’Di sini ada dua sumbernya. Meskipun disedot tak mungkin habis,’’ jelasnya sembari menyebut air yang terus mengalir mengarah ke sungai.

Tak jauh dari sumber itu dibangun unit PDAM untuk melayani pelanggan di desa setempat dan sekitarnya. Namun, lantaran lokasi sumber rendah, tak semua warga kebagian air yang dikelola daerah tersebut. Sehingga, harus mengambil dari sumur kuno itu. ‘’Kalau PDAM ngebor dari bawah. Sedangkan sumur umum, airnya keluar sendiri,’’ ungkap Gutoyo.

Warga berharap melimpahnya air sumur tersebut dimanfaatkan lebih baik. Sebab, tak jauh dari sumber, ribuan warga desa tetangga kerap mengalami krisis air bersih. Meski sempat membangun swadaya sumur dalam baru, hasilnya tak maksimal lantaran tanah sekitar desa padas dan berbatu. ‘’Di sini tanahnya ada yang subur dan lainnya tandus,’’ jelasnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button