News

Keseimbangan Diperlukan Dalam Gerakan

×

Keseimbangan Diperlukan Dalam Gerakan

Share this article

Keseimbangan Diperlukan Dalam Gerakan – Keseimbangan dinamis adalah pemeliharaan keseimbangan tubuh saat bergerak. Keseimbangan yang buruk merupakan masalah umum pada lansia. Masalah potensial gangguan keseimbangan adalah peningkatan risiko pada lansia.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh 12 latihan keseimbangan yang lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis dibandingkan pelatihan strategi keseimbangan.

Keseimbangan Diperlukan Dalam Gerakan

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Pre and Post Test Control Group Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling.

Latihan Keseimbangan Tubuh Yang Bisa Anda Coba

Sampel penelitian berjumlah 28 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan pelatihan strategi keseimbangan dan kelompok perlakuan yang diberikan 12 sesi latihan keseimbangan.

Tiap kelompok berjumlah 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur keseimbangan aktif lansia menggunakan skor Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah pelatihan pada masing-masing kelompok. Uji normalitas data menggunakan Uji Shapiro-Wilk dan uji homogenitas menggunakan Uji Levene.

Hasil uji t-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan nilai p = 0,002 dan menunjukkan peningkatan saldo aktif pada kelompok kontrol 1,143, serta pada kelompok perlakuan diperoleh perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,000 dan menunjukkan adanya peningkatan keseimbangan dinamis pada kelompok perlakuan sebesar 3,000.

Uji beda uji t independen menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yaitu p = 0,000 dengan persentase 2,58% pada kelompok kontrol mata dan 6,78% pada kelompok perlakuan.

Sebutkan Cara Melakukan Melatih Keseimbangan Sesuai Gambar Dibawah Ini!

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa 12 latihan keseimbangan lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis dibandingkan strategi latihan keseimbangan pada lansia.

Masalah terbesar bagi lansia di seluruh dunia adalah terjatuh. Setiap tahun, sepertiga lansia di dunia yang berusia di atas 65 tahun jatuh. Jumlah ini meningkat seiring bertambahnya usia.

Jatuh dan osteoporosis bersama-sama menyebabkan patah tulang pinggul pada lansia. Hingga 38% lansia yang jatuh dan dirawat di rumah sakit mengalami patah tulang pinggul dan 90% patah tulang pinggul dialami oleh lansia berusia 70 tahun ke atas.1

Studi epidemiologi membuktikan bahwa faktor risiko jatuh pada lansia meliputi faktor internal (host) dan ekstrinsik (lingkungan). Faktor internal antara lain: gangguan keseimbangan dan cara berjalan, kelemahan otot, riwayat jatuh sebelumnya, penggunaan alat bantu, gangguan penglihatan, radang sendi, depresi, mental, dan usia di atas 80 tahun.

Menjaga Keseimbangan Mental Guru Dalam Panggung Pendidikan Dengan Penguatan 5 Kompetensi Sosial Emosional (kse)

Faktor eksternal antara lain: penggunaan alas kaki yang tidak tepat, lantai yang licin atau kasar, penerangan yang kurang memadai, dan banyaknya hambatan di lingkungan.2

Baca Juga  Yang Bukan Merupakan Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia Dan Lingkungan Yaitu

Penelitian observasional yang dilakukan di Semarang oleh Farabi (2007) membuktikan adanya hubungan antara keseimbangan dengan frekuensi jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan alat ukur Time Up and Go Test (TUGT). TUGT adalah standar pengukuran keseimbangan dinamis.

Peneliti sebelumnya menyimpulkan bahwa semakin tinggi skor TUGT maka semakin sering terjatuh.3 Oleh karena itu, fokus utama penyelesaian masalah jatuh pada lansia adalah meningkatkan dan menjaga keseimbangan tubuh.

Keseimbangan didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengontrol pusat massa atau pusat gravitasi tubuh relatif terhadap dasar tumpuan.

Jenis Olahraga Ringan Yang Cocok Untuk Pemula

Menjaga keseimbangan memerlukan integrasi sistem sensorik meliputi: visual, vestibular, dan somatosensori yang memberikan informasi ke sistem saraf pusat untuk diproses dan dikirim ke sistem neuromuskular sebagai efektor yang beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan posisi dan postur tubuh.4

Tinjauan sistematik oleh Horak (2006) dan meta-analisis oleh Sibley et al (2015) menyimpulkan bahwa ada 6 komponen utama yang membentuk sistem kontrol postural, antara lain:

Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan pada lansia, salah satunya adalah latihan keseimbangan. Ada tiga tahapan latihan taktis, yaitu:

Senam pergelangan kaki melatih penggunaan otot plantar fleksor dan dorsiflexor pada sendi pergelangan kaki untuk menggerakkan bagian tengah tubuh.

Vol.8 (gerakan 10 Ketukan. Keseimbangan Presisi Dan Daya Tahan Yang Luar Biasa Yang Dimungkinkan Oleh Sejarah Teknologi In House Dan Keahlian Yang Unggul): Hi Beat

Latihan pinggul melatih penggunaan fleksi pinggul dan aktivasi otot batang untuk menggerakkan bagian tengah tubuh dengan cepat. Latihan strategi adalah latihan yang geraknya maju atau mundur untuk menggerakkan titik tumpu agar pusat massa tubuh tetap.

Latih strategi keseimbangan aktif untuk menjaga kesehatan sendi dan tubuh Anda. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan kekuatan otot pada punggung bagian bawah dan memperkuat kontrol postural yang dapat meningkatkan keseimbangan postural pada lansia.7

Penelitian Jun Hyun terhadap 26 orang lansia yang mempunyai riwayat jatuh dengan melakukan latihan Ankle Strategy 3 kali seminggu selama delapan minggu membuktikan bahwa pemberian Ankle Strategy Latihan dapat meningkatkan keseimbangan aktif pada lansia setelah dilakukan penilaian menggunakan Berg Balance. Timbangan.

Hal ini dikarenakan senam pergelangan kaki dapat meningkatkan kecepatan lari, panjang langkah dan waktu yang dibutuhkan selama berlari.

Ekonomi Digital Dan Regulasi: Menjaga Keseimbangan Antara Inovasi Dan Keamanan

Studi lain yang dilakukan Wolf dkk, pada 49 lansia di atas 75 tahun, menunjukkan bahwa berolahraga 12 kali 3 kali seminggu selama 4-6 minggu meningkatkan keseimbangan dinamis setelah penilaian menggunakan Berg Balance Scale.

Ke-12 latihan tersebut antara lain: single leg stand, eye control, clock press, tandem stand, single leg stand with arm, knee balance, body cycle, tumit, rambat, senam kaki, dan jalan aktif.

Baca Juga  Media Seni Patung Di Dalam Berkarya Seni Patung

Dengan menerapkan Pelatihan Strategi Keseimbangan, manfaatnya antara lain peningkatan stabilitas fungsional, peningkatan koordinasi motorik, peningkatan kontrol postur, dan peningkatan stabilitas dinamis.

Di sisi lain, Latihan 12 Keseimbangan dapat memberikan semua manfaat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya oleh Sibley, jika latihan ini mempunyai risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan strategi keseimbangan, maka perlu adanya pengawasan yang ketat pada lansia selama melakukan latihan.

Persen Obesitas Pada Anak Dipengaruhi Masalah Keseimbangan Energi

Kedua jenis terapi olahraga ini efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Penelitian serupa yang membandingkan efektivitas kedua jenis pelatihan ini belum pernah dilakukan di Bali atau Indonesia.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Randomized Pre Test and Post Test Control Group Design, dimana sampel dibagi menjadi dua kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di Banjar Bumi Shanti, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, pada bulan April-Mei 2015.

Populasi sasaran penelitian ini adalah seluruh lansia di Provinsi Bali. Populasi sasaran penelitian ini adalah seluruh lansia usia 60 – 74 tahun di Banjar Bumi Shanti Desa Dauh Puri Kelod Kecamatan Denpasar Barat yaitu sebanyak 60 orang.

Besarnya sampel ditentukan berdasarkan hasil penelitian Wolf, dkk pada tahun 2010 dimana 12 sesi latihan 3 kali seminggu selama 4 minggu dapat meningkatkan Berg score Balance Scale dengan rata-rata sebesar 42,5 dan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan Berg score Balance Scale dengan rata-rata 42,5. . jika peningkatannya akan lebih tinggi 10% dari penelitian yang dilakukan Wolf, dkk, maka |i2 menjadi 46,75 Besar sampel minimum untuk penelitian ini ditentukan dengan menghitung rumus Pocock (2008).10

Bab 1 Daya & Gerakan Ii

Dari hasil perhitungan sampel, maka sampel yang digunakan sebanyak 11 sampel. Untuk menunggu subjek yang drop out, sampelnya ditambah 20% menjadi 14. Jadi setiap kelompok mempunyai 14 sampel sehingga jumlah sampel kedua kelompok adalah 28 responden.

Instrumen yang digunakan untuk mengukur keseimbangan adalah kuesioner Berg Balance Scale (BBS). BBS menggunakan 14 item pengukuran dengan skala 0 sampai 4. Skor 0 diberikan jika pasien tidak mampu melakukan tugas yang diberikan dan 4 jika pasien mampu menyelesaikan tugas sesuai kriteria. diberikan. Nilai maksimum pengukuran ini adalah 56.

Digunakan pada komunitas lansia ketika 1 belajar di perawatan panti jompo. Hasil penelitian menyimpulkan rata-rata sensitivitas antara 53% – 88,2%, spesifisitas antara 53% – 96%, dan nilai batas antara 46 -54. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa orang lanjut usia dengan skor BBS di bawah 46 mungkin berisiko lebih tinggi untuk terjatuh.11

Baca Juga  Bagaimana Peluang Usaha Kerajinan Dari Bahan Limbah

Analisis data menggunakan SPSS 1.6, dimana uji statistik yang dilakukan adalah: Uji Statistik Deskriptif, Uji Normalitas dengan Uji Shapiro Wilk, Uji Homogenitas dengan Uji Levene, dan Uji Hipotesis dengan uji parametrik yaitu uji t sampel dan uji t sampel independen. .

Materi Modul P5bk Kewirausahaan Pages 1 4

Di bawah ini adalah uraian data berupa karakteristik sampel penelitian ditinjau dari jenis kelamin, umur dan Indeks Massa Tubuh (BMI).

Data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terdapat kesetaraan antar jenis kelamin. Sampel terdiri dari 2 laki-laki (14,3%) dan 12 perempuan (85,7%).

Data pada Tabel 2 menunjukkan bahwa subjek penelitian pada kelompok kontrol memiliki rata-rata usia 66,5 ± 5,18 tahun dan pada kelompok perlakuan rata-rata usia 68,3 ± 3,93 tahun. BMI pada kelompok kontrol ditemukan rata-rata 23,1 ± 1,33 dan pada kelompok perlakuan 23,0 ± 0,88.

Hasil uji normalitas dengan uji Shapiro Wilk dan uji homogenitas dengan uji Levene pada Tabel 3 menunjukkan bahwa data keseimbangan dinamis sebelum dan sesudah pelatihan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berdistribusi normal dan homogen sehingga hipotesis Pengujian menggunakan statistik parametrik. tes.

Gerakan Mengguling Ke Depan Memerlukan Unsur? Simak Penjelasannya!

Berdasarkan tabel 4 diperoleh hasil uji t-t perbedaan rata-rata kenaikan nilai keseimbangan dinamis dengan p = 0,002 pada kelompok kontrol dan p = 0,000 pada kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai keseimbangan dinamis pada kedua kelompok latihan.

Data pada Tabel 5 menunjukkan hasil perhitungan selisih rata-rata peningkatan nilai keseimbangan dinamis yaitu p=0,000. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua mata kuliah tersebut.

Data pada Tabel 6 dan Gambar 1 menunjukkan bahwa persentase kenaikan nilai keseimbangan dinamis pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan pada kelompok kontrol. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Latihan 12 Keseimbangan lebih meningkatkan keseimbangan aktif dibandingkan Latihan Keseimbangan Strategi.

Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik gender sampel pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan adalah serupa. Sampel laki-laki sebanyak 2 orang (14,3%), dan perempuan sebanyak 12 orang (85,7%).

Gambar Kayu Jongkang Jongket Keseimbangan Keseimbangan, Ke Atas, Peralatan, Ke Bawah Png Dan Vektor Untuk Muat Turun Percuma

Mengingat karakteristik sampel, kelompok kontrol memiliki usia rata-rata (66,6 ± 5,18) tahun dan

Gerakan langkah keseimbangan dalam senam lantai disebut, contoh gerakan keseimbangan, keseimbangan dalam olahraga, keseimbangan cairan dalam tubuh, keseimbangan dalam ekosistem, gerakan keseimbangan tubuh, senam yang membutuhkan gerakan keseimbangan kekuatan dan kelentukan adalah, protein yang diperlukan dalam sehari, 3 gerakan keseimbangan, kalori yang diperlukan dalam sehari, keseimbangan matematika dalam alquran, gerakan dalam sholat