Madiun

Keseharian Griselda Valinsya Ifanka Tak Jauh dari Bidak Catur

Dulu Kerap Jajal Catur Jalanan Melawan Orang Dewasa

Predikat ratu catur pantas disematkan kepada Griselda Valinsya Ifanka. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, gadis itu telah meraih berbagai trofi. Teranyar, dia menyabet juara I turnamen di Jogjakarta.

=======================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

DENGAN ekspresi serius, Griselda Valiansya Ifanka mengamati langkah buah catur lawan. Setelah lawan menentukan langkah, gadis yang akrab dipanggil Grisel itu tampak berpikir keras sebelum giliran memainkan bidaknya.

Setelah pertandingan berjalan beberapa menit, lawan salah melangkahkan bidak caturnya. Tanpa berpikir panjang, Grisel langsung mengepung raja lawan. Empat langkah selanjutnya skak mat. Grisel pun memenangi pertarungan.

Momen tersebut terekam saat Grisel mengikuti International Master & Rating Fide Chess Tournament di Jogjakarta 21-25 Agustus lalu. Pada kejuaraan yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) itu dia berhasil meraih gelar juara kelompok umur (KU) 17. ‘’Harus konsentrasi penuh saat pertandingan,’’ ujarnya.

Grisel akrab dengan bidak catur sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Sejak itu pula prestasi demi prestasi berhasil diraih. Sepanjang 2018 lalu, misalnya, dia sukses menyabet juara II Tulungagung Open Junior Putri dan juara II porprov beregu junior mix.

Sementara, tahun ini dia berjasil meraih juara I Porkot Madiun, juara III Kejurprov di Tulungagung, dan teranyar juara I turnamen di Jogjakarta itu. ‘’Awalnya sih, cuma ikut-ikutan dan ingin seperti kakak yang sering pergi ke luar kota untuk bertanding,’’ lanjutnya.

Melihat keseriusan Grisel, orang tuanya lantas mendatangkan guru privat untuk mengajarkan teknik-teknik bermain catur kepada sang anak. Seiring berjalannya waktu, kemampuan Grisel terus meningkat. ‘’Kali pertama ikut lomba di Semarang, tapi kalah,’’ kenang bungsu tiga bersaudara pasangan Muhammad Dwi Erfanto-Mayang Lili Mawarti itu.

Meski pengalaman pertama mengikuti kejuaran tidak berbuah manis, Grisel tidak patah arang. Dia sengaja menambah durasi latihan hingga lima jam saban hari. Pun mempelajari buku tentang trik bermain catur.

Tidak jarang pula sang ayah mengajaknya ke warung bawah trembesi di Jalan Mastrip. Di sana, Grisel beradu strategi melawan orang dewasa. Pun, ayahnya belum mengajak pulang jika dia belum memenangi pertandingan. ‘’Waktu itu masih kelas V SD,’’ ujarnya.

Kemampuan Grisel semakin terasah sejak bergabung Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Madiun. Dia dikenal sebagai pecatur spesialis nomor cepat dan klasik. *** (isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button