Madiun

Kesadaran Diri

INI masih soal korona. Masih terkait virus Covid-19 yang menggemparkan itu. Di dunia sudah lebih dari seratus negara terjangkit. Termasuk di tanah air kita. Saya tidak menyebutkan angkanya. Sudah cukup sering diulas di media-media. Pokoknya sudah banyak sekali yang terjangkit. Bahkan sudah sampai di Jawa Timur dan kabupaten-kabupaten sekitar Kota Madiun. Ini patut menjadi kewaspadaan kita bersama. Gubernur Jawa Timur juga sudah menetapkan status darurat bencana Covid-19 di Jawa Timur sejak beberapa hari lalu.

Lantas, bagaimana di kota kita. Alhamdulillah, kota kita masih steril dari korona. Tidak ada yang terjangkit. Harus terus seperti itu. Jangan sampai ada warga kita yang sakit karena korona itu. Biarpun kota kita cukup berpotensi. Di kota ini juga ada salah satu rumah sakit rujukan penanganan korona itu. Sudah ada beberapa yang dirawat kendati statusnya pasien dalam pengawasan. Saya tidak terlalu merisaukan itu. Karena, mereka sudah ditangani dengan baik. Ditangani secara profesional. Ada juga yang sudah membaik. Istri dari warga Magetan yang meninggal di Solo itu.

Saya lebih khawatir mereka yang terlihat sehat tapi sejatinya membawa virus atau carrier itu. Saya khawatir yang seperti itu masuk Kota Madiun. Apalagi, mereka ini tanpa gejala. Katanya, mereka yang punya sistem imun baik. Tidak seperti orang sakit tapi berpotensi menularkan ke yang lain. Makanya, kebijakan social distancing perlu diterapkan secara bijak. Artinya, benar-benar dijalankan. Jangan keluar rumah kalau tidak benar-benar perlu. Kalaupun harus keluar, baiknya seperlunya dan segera kembali. Segera bersih-bersih diri. Minimal cuci tangan pakai sabun.

Saya sengaja meminta tim turun ke lapangan. Ke tempat yang biasa digunakan untuk berkumpul. Saya minta masyarakat yang berkerumun itu untuk dibubarkan. Segera kembali ke rumah masing-masing. Tim ini bergerak mulai Sabtu dan Minggu kemarin. Mulai pagi hingga malam. Akhir pekan memang banyak tempat-tempat yang asik untuk nongkrong di Kota Madiun. Saya minta itu untuk dibubarkan dulu. Kalau mau jajan, baiknya dibungkus untuk dimakan di rumah. Tim dari Dinas Kominfo juga saya minta keliling menyosialisasikan terkait itu melalui mobil berpengeras suara. Di tempat-tempat yang biasa dibuat berkerumun tadi.

Kebijakan itu mungkin dinilai berlebihan. Tapi, saya tidak peduli. Ini untuk kebaikan bersama. Bahkan, di negara lain ada yang lebih ekstrem. Menjaga jarak memang penting saat ini. Apalagi, Kota Madiun menyandang status kota transit. Banyak yang keluar masuk dari berbagai daerah. Tidak menutup kemungkinan dari daerah yang sudah terjangkit. Saat ini memang lalu lintas kendaraan sudah menurun. Mungkin karena kebijakan social distancing itu. Sudah banyak yang mengurangi bepergian. Lebih banyak berdiam di dalam rumah.

Tetapi saya belum cukup lega. Bagaimana kalau yang carrier tadi masuk. Makanya, tim saya minta turun. Ada yang keliling menyosialisasikan. Ada yang membubarkan. Pokoknya, bagaimana agar social distancing itu berjalan maksimal. Tempat duduk di kantor pelayanan hingga rumah sakit juga sudah dibuat berjarak. Tidak berdekatan. Tempat cuci tangan beserta sabunnya juga ditambah. Hand sanitizer juga tersedia. Jumat kemarin semua forpimda dan kepala OPD juga turun ke bawah melakukan penyemprotan. Mulai bus sekolah kita, mobil operasional, sampai pedestrian, pun alun-alun dan tempat ibadah.

Pasar dan trotoar jalan-jalan protokol juga tak luput dari penyemprotan disinfektan itu. Penyemprotan pakai mobil damkar. Pokoknya, semua saya kerahkan. Kota Madiun harus tetap zero korona. Jangan sampai ada yang tertular. Tapi, apakah itu semua cukup? Tentu tidak. Butuh kesadaran diri masing-masing. Upaya-upaya tadi bisa saja sia-sia kalau masyarakat tidak disiplin. Dalam situasi ini setiap warga memiliki tanggung jawab menjalankan protokol keselamatan diri. Social distancing tadi salah satunya. Jangan bergerombol. Keluar rumah saat hanya perlu. Segera bersih-bersih diri usai dari luar.

Yang saya baca, peningkatan kasus di Italy cukup tinggi karena warganya kurang berdisiplin. Tentu kita harus belajar dari pengalaman. Warga kita harus lebih berdisiplin. Tidak perlu dibubarkan petugas. Peningkatan kasus juga menyulitkan petugas kesehatan. Apalagi, jumlahnya tidak sebanding. Kita juga bisa membantu. Cukup jalankan protokol keselamatan diri penanggulangan korona tadi. Ayo kita sadar diri.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button