Ngawi

Kerugian Total Akibat Angin Kencang Tembus Miliaran

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi ­­– Meski masih dalam proses penghitungan, kerugian materi dampak angin kencang Minggu lalu (24/11) secara keseluruhan diperkirakan menembus angka miliaran rupiah. Setidaknya, kerugian yang dialami Badan Keuangan (BK) Ngawi saja mencapai kisaran Rp 624 juta.

Kepala Badan Keuangan Ngawi Bambang Supriyadi mengatakan, kerugian mencapai ratusan juta lantaran kompleks organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinakhodainya mengalami kerusakan paling parah. Sedikitnya empat ruangan rusak. Yakni, bidang anggaran, PBB, akuntansi, dan laboratorium. ‘’Rata-rata yang lantai atas, kalau bawah aman,’’ ujarnya Selasa (26/11).

Bambang menyebut, dari empat ruangan itu beberapa peralatan elektronik seperti komputer, server, dan printer rusak. Pun, dua mesin printer pencetak PBB ikut terkena air. Padahal, peranti tersebut harganya mencapai Rp 200 juta per unit. ‘’Kami belum tahu apakah alat-alat yang rusak itu bisa direkondisi atau harus diganti,’’ ungkapnya.

Selain peralatan elektronik, sejumlah arsip penting tidak bisa digunakan lagi. Namun, Bambang memastikan dokumen pengajuan pencairan anggaran tidak rusak. ‘’Kalau untuk pencairan semuanya aman, karena letaknya di bawah,’’ tegasnya. ‘’Kebanyakan dokumen yang rusak itu arsip-arsip pajak beberapa tahun lalu, jadi tidak ada pengaruhnya dengan pencairan anggaran,’’ imbuhnya.

Bambang mengklaim sejak Senin lalu (25/11) pelayanan pajak di kantornya sudah berjalan normal. Hanya, pajak online yang sampai saat ini belum pulih karena server belum diperbaiki. Sedangkan perbaikan kantornya menjadi tanggungan sekretariat daerah (setda). ‘’Yang penting aman dulu, kalau perbaikan keseluruhannya bisa tahun depan,’’ katanya.

Plt Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana mengaku belum menghitung berapa kerugian akibat bencana angin kencang kali ini. Sementara, pantauan Jawa Pos Radar Ngawi, angin kencang Minggu lalu menyebabkan atap membran lapangan tenis, basket, futsal, dan amfiteater di alun-alun Ngawi rusak. ‘’Kami masih menunggu tim ahli untuk menghitung kerugian akibat rusaknya atap membran itu,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button