News

Kerjasama Asean Di Bidang Ketenagakerjaan Adalah

×

Kerjasama Asean Di Bidang Ketenagakerjaan Adalah

Share this article

Kerjasama Asean Di Bidang Ketenagakerjaan Adalah – . CO I Jakarta – Indonesia saat ini menjabat sebagai HR Chair untuk periode 2020-2022. Dalam masa kepemimpinannya, Indonesia mengajak negara-negara ASEAN untuk fokus pada 5 isu penting.

“Dalam keketuaan Indonesia di ASEAN, untuk memudahkan kepentingan dan kedudukan di bidang sumber daya manusia, ada beberapa hal yang harus dilakukan baik entitas dalam maupun luar negeri untuk memperluas kemitraan dengan mitra strategis,” kata Sekjen Kementerian Sumber Daya Manusia. sumber daya. Anwar Sanusi, Program Kerja Kepresidenan RI di Kota Yogyakarta, Senin (7/12/2020) malam pada Forum Group Discussion (FGD).

Kerjasama Asean Di Bidang Ketenagakerjaan Adalah

Pada masa kepemimpinan Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa Indonesia berupaya mengatasi tantangan sektor ketenagakerjaan ASEAN saat ini dan “memperkuat angkatan kerja ASEAN untuk daya saing, ketahanan, dan efisiensi kerja di masa depan”. Untuk itu, program kerja Kepresidenan Indonesia 2 tahun ke depan diharapkan fokus pada 5 isu prioritas.

Jabat Ketua Asean Bidang Ketenagakerjaan, Indonesia Prioritaskan 5 Program

Pertama, memperkuat kerja sama dengan seluruh anggota ASEAN dalam merespons dan melawan pandemi Covid-19 serta perubahan yang akan terjadi di masa kerja mendatang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kemampuan kerja angkatan kerja Indonesia dengan melaksanakan pelatihan vokasi ekstensif yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Selanjutnya, kami akan mendorong/memberi insentif kepada pekerja yang terdampak epidemi dengan keterampilan baru dan program pelatihan, sehingga memungkinkan pekerja yang terkena dampak perubahan pekerjaan memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kedua, pentingnya melanjutkan dialog sosial dan memastikan bahwa semua pekerja dilindungi oleh asuransi sosial ketenagakerjaan dan asuransi kesehatan, termasuk pekerja migran Indonesia di semua negara tuan rumah. Ketiga, penting untuk mengembangkan pasar tenaga kerja yang fleksibel namun mampu menyerap tenaga kerja Indonesia. . sumber daya manusia.

Keempat, pentingnya mengurangi kesenjangan lapangan kerja antara perempuan dan laki-laki di Indonesia dan menjaga diskriminasi gender di tempat kerja.Kelima, mendorong kreativitas dan produktivitas generasi muda di era ekonomi digital dengan menjamin keberagaman. Sarana, jalan, dan fasilitas yang memungkinkan generasi muda berinovasi sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kepentingan nasional.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi

“Selanjutnya, selama masa kepemimpinan saya, saya berharap kita dapat berperan aktif dan efektif dalam membentuk program dan kegiatan dalam kerja sama ASEAN, berdasarkan kepentingan nasional dan gagasan yang terkandung dalam Piagam ASEAN,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kerja Sama Eksternal (KLN) Kementerian Ketenagakerjaan Indah Angoro Putri, Ketua ASEAN Indonesia, menegaskan sektor ketenagakerjaan pada tahun 2020-2022 merupakan langkah yang tepat untuk membangun kapasitas dan kesiapan sumber daya manusia. ASEAN. Sebagai staf profesional yang kompetitif, mudah beradaptasi dan terlindungi. Agar para pegawai ASENA dapat melanjutkan kehidupannya dan siap menghadapi perubahan jenis pekerjaan di masa depan.

Baca Juga  Tulislah Manfaat Dari Perkembangbiakan Secara Vegetatif Pada Kolom Dibawah Ini

“Sebagai ketua ASEAN Manpower, kita harus secara aktif mendorong masyarakat dan mitra pembangunan internasional untuk berpartisipasi dalam kegiatan ASEAN dan juga meningkatkan kontak antar masyarakat dari negara-negara anggota ASEAN. Semua ini kita lakukan untuk memastikan kerja sama ASEAN bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan kerja sama ASEAN itulah tujuannya, kata Indah Angoro Putri.

Antusiasme masyarakat pemenang kuis JDIH KIP PD Jaya di luar Aceh, termasuk dari bagian hukum:  Kurang dari seribu jaringan yang mengikuti kuis tersebut.

Jawab Tantangan Dinamika Global Pasca 2025, Asean Susun Core Element Pilar Ekonomi Dalam Pertemuan Hltf Ei Ke 42

Halaman JDIH KIP PD Jaya diserang hacker untuk mengklaim hadiah 0,004 miliar Netizen menyerang halaman JDIH KIP PD Jaya Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi (kanan) saat pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja dan Perburuhan Pengusaha, Republik Korea Lee Jung Sik di Indore ; India, Jumat (21/7/2023). (Antara/Ho Kementerian Tenaga Kerja)

Jakarta (Antara) – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea Selatan terus memperkuat kerja sama di bidang ketenagakerjaan, termasuk penempatan pekerja migran di Indonesia, pelatihan kerja, beasiswa S2 dan program bantuan teknis lainnya.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Menteri Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan Republik Korea Mr. Lee Jung-sik, dukungan dan kerja sama antara Indonesia dan Korea, khususnya di bidang ketenagakerjaan, akan semakin kuat dan berkelanjutan. kata Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Sekjen Anwar dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan Korea Lee Jung Sik di Indore, India mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan turut serta dalam usulan kerja sama tersebut melalui Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Kesehatan Kerja. Keamanan.

Perkuat Stabilitas Dan Kemakmuran Kawasan, Asean Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan Artificial Intelligence

Hingga akhir tahun 2022, mitra pelaksana program ini adalah KOSA dan Kementerian Ketenagakerjaan dan Ketenagakerjaan Korea.

Namun pemerintah Indonesia belum mendapatkan informasi yang jelas dari Republik Korea mengenai hasil proses seleksi evaluasi proyek.

Baca Juga: Kemnaker Harap Dubes RI di Korea Selatan Kawal Kerjasama Perlindungan PMI Baca Juga: Kepala BP2MI: Pekerja Migran Indonesia Dengan Tenaga Terdidik

Mengingat kegiatan yang dilakukan dalam kerjasama ini akan mendukung reformasi pengendalian ketenagakerjaan di Indonesia, kami berharap usulan ini dapat disetujui oleh pemerintah Korea, termasuk renovasi Pusat Kesehatan dan Keselamatan Kerja, kata Sekjen Anwar.

Menaker Sampaikan Komitmen Indonesia Tingkatkan Kerjasama Ketenagakerjaan Dengan Anggota Ilo

Dicontohkannya, salah satu kementerian Indonesia yang ikut serta dalam World Expo yang diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali adalah Kementerian Sumber Daya Manusia.

Misalnya pada World Expo-Dubai 2020, Kementerian Ketenagakerjaan berkesempatan mengikuti pameran di Paviliun Indonesia bersama beberapa instansi. Saat itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga berhasil menyelenggarakan Forum Ketenagakerjaan Dunia Usaha yang mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pencari kerja (Tripartit).

Baca Juga  Gerakan Kaki Yang Benar Saat Menendang Bola Adalah

“Pada World Expo Osaka 2025, Kementerian Ketenagakerjaan telah mendaftar menjadi panitia Osaka Expo 2025. Kami berharap Kementerian Ketenagakerjaan terus berpartisipasi dalam kegiatan World Expo, khususnya dalam promosi jabatan serta pengembangan dan perluasan lapangan kerja. peluang kata Anwar.

Baca Juga: BP2MI Kirim 300 Migran ke Korea Selatan Baca Juga: Presiden Dibebaskan di Korea Selatan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi meneruskan perjanjian kerja sama antara negara ASEAN dengan tiga negara mitra yaitu China (RRC). Jepang dan Republik Korea di sektor ketenagakerjaan. Peningkatan kerja sama ini disepakati pada 19th Senior Labour Plus Three (SLOM+3) Hybrid Virtual Meeting yang diselenggarakan hari ini di Jakarta.

Menko Airlangga Bahas Isu Ketenagakerjaan Dengan 7 Menteri Negara Asean

“Sejak pembahasan yang dilakukan pada pertemuan SLOM Plus Three, Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea sangat terbuka mengenai berbagai peluang kerja sama di bidang ketenagakerjaan,” kata Anwar dalam keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021). ). .

Anwar menilai China merupakan salah satu negara yang berhasil membendung dan bertahan dari epidemi tersebut. Menurutnya, Indonesia bisa mencontoh upaya pengelolaan tersebut.

Terkait kerja sama tersebut, Anwar menambahkan, saat ini kerja sama kajian peningkatan daya saing sumber daya manusia ASEAN masih terus berjalan. Kerjasama ini dilaksanakan melalui kurikulum pendidikan dan pelatihan teknik dan vokasi yang responsif antara Republik Korea dan Filipina, Thailand dan Vietnam.

“Kami berharap momentum SLOM+3 ini dapat dimanfaatkan dalam dua tahun ke depan, untuk pembangunan ASEAN secara keseluruhan dan pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia,” ujarnya.

Kerja Sama Bidang Peradilan Antar Negara Asean Masih Minim

Di sisi lain, M. Arif Hidayat, Kepala Kantor Kerja Sama Kementerian Ketenagakerjaan, mengatakan hasil diskusi SLOOM+3 akan dilaporkan dan disetujui pada Forum Menteri Ketenagakerjaan ASEAN Plus Three (ALMM+3). tahun depan. Hal itu dilakukan untuk mempererat kerja sama ASEAN dengan ketiga negara mitra.

Sebagai informasi, KTT ASEAN+3 ke-19 dihadiri oleh perwakilan Tiongkok Hezu Ma, perwakilan Jepang Hirashima Masakuni, dan perwakilan Republik Korea Kil Joon Noh.

Dalam pertemuan tersebut, Hezu Ma meminta ASEAN Occupational Safety and Health (Q3) atau ASEAN Occupational Safety and Health (ASEAN-OSHNET) untuk memperkuat proyek-proyek kerja sama lebih lanjut, termasuk di sektor industri. Selain itu, Hezu Ma mendorong penguatan layanan ketenagakerjaan terkait pasar tenaga kerja internasional dan kerja sama menghadapi epidemi di dunia kerja.

Sementara itu, Hirashima Masakuni sedang mencari kerja sama dalam mengembangkan kerangka kerja baru untuk hubungan industrial dan mengurangi dampak buruk pekerja anak di bidang pertanian. Untuk tahap kedua, ia mendorong keterampilan industri untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan standar K3 di sektor konstruksi.

Baca Juga  Ilmu Ekonomi Adalah Studi Tentang Cara Masyarakat

Ptmt 10 11 21 Ips Worksheet

Di sisi lain, Kil Joon No mendukung berbagai kolaborasi ketenagakerjaan regional. Hal ini mencakup program berbagi pengetahuan penelitian untuk meningkatkan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi bagi petugas K3 di Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam (CLMV). Krisis ekonomi dunia dan peningkatan daya saing global.

Keputusan ini diambil oleh delegasi negara-negara ASEAN pada Seminar Kerja Sama Manajemen Ketenagakerjaan ASEAN yang diselenggarakan Kementerian Tenaga Kerja dan Migrasi di Yogyakarta pada Senin hingga Selasa (9-10/5).

“Perwakilan delegasi sepakat untuk mendorong kerja sama antara pengusaha, serikat pekerja dan pemerintah untuk menjamin kesejahteraan pekerja dan keluarga berdasarkan dialog sosial serta saling pengertian dan percaya,” Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI) . dan Jamsos) Kementerian Tenaga Kerja dan Transisi Mira M. Hanatani di kantor tenaga kerja dan transmigrasi pada konferensi pers, Selasa.

Para anggota delegasi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah masing-masing negara atas penerapan kepastian hukum, kode etik kemitraan sosial dan kerja sama bilateral sehingga memfasilitasi dan memfasilitasi lingkungan kerja yang baik bagi mereka.

Rangkuman Ips Tema 5

Selain itu, para peserta seminar berpesan kepada ILO untuk memfasilitasi penelitian dan negara-negara anggota ASEAN untuk memberikan pelatihan dan dukungan teknis di bidang kerja sama manajemen ketenagakerjaan.

Mira Hanatani mengatakan seminar tersebut diselenggarakan pada bulan Mei 2010 di Hanoi, Vietnam melalui Pertemuan Menteri Perburuhan ASEAN, mengikuti Pedoman ASEAN tentang Manajemen Hubungan Industrial yang Baik yang diadopsi oleh Negara Anggota ASEAN.

Seminar ini dihadiri oleh delegasi pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja negara-negara ASEAN. Anggota ASEAN adalah Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja, serta perwakilan Sekretariat ASEAN.

“Delegasi Indonesia memaparkan konsep bilateral untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan di negara-negara ASEAN. Konsep bilateral ini merupakan solusi untuk menghadapi ancaman krisis ekonomi global yang terjadi saat ini,” kata Mira.

Muhaimin: Jelang Aec 2015, Asean Siapkan Sdm Berkualitas

Lebih jauh lagi, untuk mewujudkan hubungan industrial yang baik, perlu dilakukan penguatan dan pengembangan kerja sama bilateral yang efektif antara pekerja dan pengusaha, termasuk teknik negosiasi antara pekerja dan pengusaha.

“Meski terdapat perbedaan pendekatan dan pandangan dari para delegasi masing-masing negara ASEAN, secara umum mereka semua sepakat untuk bekerja sama.

Kerjasama asean di bidang budaya, kerjasama asean di bidang pendidikan adalah, kerjasama asean di bidang hukum, kerjasama asean di bidang perdagangan, kerjasama asean di bidang keamanan, kerjasama asean di bidang pendidikan, kerjasama asean di bidang sosial, kerjasama asean di bidang politik, kerjasama asean di bidang pariwisata, kerjasama asean di bidang ekonomi, kerjasama asean di bidang olahraga, kerjasama asean di bidang