features

Keripik Pare Buatan Eny Setiyowati Rambah Berbagai Daerah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak orang yang tidak menyukai peria (pare) lantaran rasa pahitnya. Namun, di tangan Eny Setiyowati, jenis sayuran itu mampu disulap menjadi keripik yang gurih. Pun, perempuan tersebut kini telah reseller di sejumlah daerah.

Aktivitas Eny membuat keripik pare itu dilakoni sejak 2019 lalu. Ide tersebut muncul dari keinginannya membuat camilan unik setelah sekian lama hanya memproduksi rempeyek. ‘’Muncul begitu saja, padahal saya tidak suka makan pare,’’ ujar warga Jalan Kaswari Gang Modin, Nambangan Kidul, Manguharjo, itu, Senin (4/10).

Seiring berjalannya waktu, pemasaran keripik pare buatan Eny semakin meluas. Bahkan, kini dia telah memiliki beberapa reseller hingga Surabaya, Solo, dan Bekasi. ‘’Penjualannya sudah ke berbagai daerah. Pernah juga dapat pesanan dari Hongkong,’’ ungkapnya.

Namun, sebelum sukses seperti sekarang, Eny harus menghadapi sejumlah kendala. Mulai sulitnya menghilangkan rasa pahit pare hingga rasa kriuk yang cepat berubah. Tak hanya itu, perempuan 40 tahun tersebut sempat ’’dikerjai’’ pembeli. ‘’Sudah deal, ternyata waktu saya antar barangnya ke rumah bilangnya nggak jadi pesan,’’ kenangnya.

Penjualan keripik pare buatan Eny biasanya mencapai puncaknya saat Lebaran. Banyak pemudik yang berburu camilan itu untuk oleh-oleh saat kembali ke perantauan. ‘’Paling laris rasa original, pedas manis, dan sapi panggang,’’ ujarnya sembari menyebut dalam sehari rata-rata menghabiskan bahan baku tiga kilo pare. (tr1/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button