Madiun

Keren! Dahlan Iskan ke Madiun Naik Mobil Listrik Tesla S 90D

SENYUM Dahlan Iskan mengembang. Setelah lima belas menit sibuk dengan petugas PLN UP3 Madiun. Sambungan charger yang telah disiapkan untuk mengisi baterai mobil listriknya semula tidak berfungsi. Penyebabnya bukan pada sambungannya. Melainkan stopkontak yang putus-nyambung. ‘’Terima kasih petugas PLN UP3 Madiun yang membantu. Akhirnya bisa,’’ ucap Dahlan di halaman Jawa Pos Radar Madiun Minggu pagi (22/12).

Bersama Nafsiah Sabri, istrinya, dan rombongan mengendarai salah satu koleksi mobil listriknya. Tesla Model S 90D keluaran 2016. Mobil yang pada waktu itu dimiliki tiga orang saja di Indonesia. ‘’Mumpung ke Madiun, saya coba,’’ katanya.

Dahlan Iskan tiba di Jawa Pos Radar Madiun sekitar pukul 05.15. Berangkat dari Surabaya pukul 03.23. Menempuh jarak 175 kilometer. Dia sengaja membawa koleksi favoritnya itu ke Madiun. Meskipun sebelumnya dibuat dag-dig-dug saat berkunjung ke Nganjuk dan Kota Batu, Malang. ‘’Sempat dag-dig-dug karena kesulitan men-charger di sana,’’ ungkapnya.

Dahlan menceritakan pengalamannya berkendara di Kota Batu. Ketika itu, daya baterai mobilnya tinggal tersisa 40 persen. Sementara perjalanan dari Surabaya ke Kota Apel itu menghabiskan daya 60 persen. Agar dapat kembali ke rumah, dia harus membutuhkan daya baterai yang sama. Di kota itu dia gagal mengisi mobilnya. ‘’Karena tidak bisa, saya nekat. Kalau habis saya isi di jalan,’’ ujarnya.

Ternyata kontur jalan yang menurun tidak terlalu menguras daya baterai. Tiba di rumah masih tersisa 32 persen. Daya baterai yang dibutuhkan hanya 18 persen. ‘’Kembali ke Surabaya pemakaiannya sangat kecil,’’ tuturnya.

Kegagalan itu tidak terulang. Dia sengaja membawa mobil listriknya untuk mengetes kesiapan charging di kantor Jawa Pos Radar Madiun. Meskipun sebenarnya daya baterai yang tersisa masih cukup digunakan kembali ke Surabaya. ‘’Sebetulnya tanpa di-charger masih bisa pulang ke Surabaya. Belum habis,’’ imbuhnya.

Dini hari, Dahlan sengaja tidak tidur karena menunggu pertandingan Liverpool melawan Flamengo. Setelah menyaksikan kemenangan The Reds –julukan Liverpol– sebagai juara piala dunia antarklub di Qatar itu, Dahlan menempuh jarak 25 kilometer kembali ke rumahnya. ‘’Saya lihat di rumah masih full. Bisa menempuh perjalanan 405 kilometer,’’ sebutnya.

Tiba di Kota Madiun, daya baterai mobilnya masih dapat menempuh jarak 190 kilometer. Cukup digunakan balik ke Surabaya yang berjarak 175 kilometer jika melalui tol. ‘’Terima kasih sudah dibikinkan alat untuk men-charger. Teman PLN sudah membantu membuatkan. Ini berhasil tersambungkan. Disetel 16 ampere,’’ terangnya.

Dahlan membeberkan, mobil listrik lebih hemat karena biaya listrik cukup murah. Estimasi biaya yang harus dikeluarkan tinggal kisaran 20 persen. Jika mobil berbahan bakar minyak bisa menghabiskan Rp 100 ribu, mobil listrik cukup keluar duit Rp 20 ribu. ‘’Lebih irit,’’ tegasnya.

Dahlan juga menceritakan pengalamannya sepulang dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Di sana mobil listrik sudah cukup populer. Pelat nomornya pun dibedakan dengan kendaraan BBM. Mobil listrik menggunakan pelat warna hijau. ‘’Itu dipastikan mobil listrik. Seberapa banyak mobil listrik di sana, ya itu,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close