Ponorogo

Keraton Surakarta Kembalikan Dua Pasang Kebo Bule

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Keraton Surakarta Hadiningrat mengembalikan dua pasang kebo (kerbau) bule ke Ponorogo. Leluhur kerbau dengan kulit putih kemerah-merahan itu menurut salah satu versi sejarah adalah hadiah dari Ponorogo tatkala Pakubuwono (PB) mengungsi sewaktu terjadinya geger Pacinan 1742.

Petinggi keraton menyerahkan dua pasang kebo bule keturunan Kiai Slamet itu lewat upacara pada 19 September lalu di Solo. Penerimanya adalah KRA Gendut Wiryodiningrat, ketua Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta (Pakasa) Ponorogo. Untuk sementara waktu, empat kebo bule itu ditransitkan di Desa Bajang, Balong. ‘’Kami sedang menyiapkan lokasi kandang sambil berkoordinasi dengan bupati,’’ kata Sunarso, wakil ketua Pakasa Ponorogo, Selasa (28/9).

Apakah empat kerbau yang diberi nama Kiai Patmono, Nyai Ngatmini, Kiai Setu, dan Nyai Suti itu bakal dikandangkan tak jauh dari pendapa kabupaten? Seperti anak turun Kiai Slamet yang kandangnya berada di kompleks Keraton Surakarta. Sunarso belum dapat memastikannya. Dia sebatas menegaskan bahwa dua pasang kebo bule itu bersilsilah dengan Kiai Slamet. ‘’Urut-urutan silsilahnya dicatat di Keraton Surakarta. Beberapa lahir tahun 2012,’’ terang Sunarso.

Terpisah, Juli Kurniawan, anggota Pakasa, mengaku yang selama ini merawat Kiai Patmono, Nyai Ngatmini, Kiai Setu, dan Nyai Suti. Mulai dari memandikan hingga memberi makan. Sejumlah anggota Pakasa bergantian ikut merawat. Dua pasang kebo bule itu juga mandi dua kali dalam sehari. ‘’Sebenarnya butuh kubangan air, tapi tempatnya belum memungkinkan,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button