features

Kerajinan Miniatur Reyog Misdi Laku Terjual hingga Lima Negara

Di usianya yang sudah 88 tahun, Misdi masih kuat membuat miniatur reyog. Suatu ketika pernah diwawancarai orang Suriname dan Amerika Serikat, lalu miniatur reyognya dibeli untuk dibawa pulang ke negara asal.

RONAA NISA, Jawa Pos Radar Ponorogo

SIANG itu rumah Misdi di Jalan Larasati, Surodikraman, Ponorogo, sedang ramai lantaran anak dan cucunya berkumpul. Dia dan istri duduk bersantai menikmati keramaian toko yang berada di depan rumah. Ruangan dalam toko itu menjadi etalase berbagai karya Misdi. ‘’Sampai sekarang saya tetap berproduksi,’’ kata pria 88 tahun itu.

Sejak 1971 Misdi terjun di dunia seni reyog. Semakin bertambah usia, dia mulai beralih membuat aneka kerajinan. Mulai dari barongan hingga miniatur reyog lengkap dengan alat pertunjukannya, namun berskala kecil. ‘’Saya juga mengajar reyog, tapi untuk sementara berhenti karena pandemi,’’ terang bapak 12 anak itu.

Miniatur dibuat dalam berbagai ukuran. Isinya beragam sesuai pesanan. Mulai dari tokoh bujang ganong, Klono Sewandono, juga reyog dan jaranannya. Juga ada alat musik pengiring. Awalnya Misdi menggunakan kayu sebagai bahan. Belakangan dia beralih menggunakan gipsum. ‘’Paling mahal saya jual Rp 400 ribu untuk satu miniatur dengan isi lengkap,’’ tuturnya.

Miniatur reyog karya Misdi laris manis hingga mancanegara. Karyanya sampai ke Filipina, China, juga Jepang. Bahkan Misdi pernah kedatangan tamu dari Amerika Serikat dan Suriname. ‘’Mereka datang untuk wawancara tentang pembuatan reyog dan miniatur. Juga untuk membeli karya saya,’’ pungkasnya.*(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button