Pacitan

Kerajian Tripleks Karya Budi Santoso Jadi Bahan Pembelajaran

Kreativitas tak kenal batas. Budi Santoso memanfaatkan tripleks untuk membuat kerajinan aneka bentuk. Kreativitasnya itu pun menghasilkan pundi-pundi rupiah.

———–

SUGENG DWI, Pacitan

POLA yang digambar di kertas putih itu diletakan di atas tripleks empat milimeter. Kertas karbon hitam terselip di antara dua lembaran tersebut. Pensil biru digoreskan mengikuti pola di kertas. Dalam sekejap gambar pola itu tembus ke tripleks. ‘’Kalau gambar langsung sulit, jadi polanya saya timpal di kertas karbon,’’ kata Budi Santoso, pembuat kerajinan miniatur bongkar pasang berbahan tripleks ini.

Sejak beberapa bulan lalu, warga Dusun Kresek, Kebonagung, ini menggeluti usaha tersebut. Beragam bentuk, seperti burung, semut, hingga dinosaurus dan singa fasih dibuat. Pola di atas tripleks itu digergaji satu per satu hingga membentuk model kerangka. Tanpa bahan perekat. Layaknya puzzle, potongan-potongan itu diurutkan dan ditata hingga berbentuk model. ‘’Kebanyakan yang pesan untuk dijadikan hiasan,’’ terangnya.

Sebagian pemesan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran. Pasalnya, kerajinan yang dibuat dengan cara merangkai ini menarik ditampilkan pada murid-murid. Lantaran terbuat dari tripleks, kerajinan ini rentan rusak jika dikerjakan secara kasar. ‘’Dulu pas buat pertama kali, karena salah merangkai malah patah. Padahal sudah pakai tripleks empat milimeter,’’ ungkap pria kelahiran 10 Februari 1986 itu.

Membuat kerajinan semacam ini tak begitu sulit bagi bapak satu anak itu. Satu model hanya butuh waktu dua tiga jam. Lantaran menggunakan peralatan manual, beberapa bagian harus dipotong perlahan dan hati-hati. Dia pun memilih beli tripleks di toko untuk menjaga kualitas produksi. ‘’Paling laku bentuk dinosaurus. Harganya mulai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya,’’ tambah suami Nike Saputri ini.

Sejak remaja dia memang kerap berurusan dengan bisnis kreatif. Sebelumnya, dia juga membuat model mainan. Mulai motor hingga robot dan pesawat dari rangkaian korek api. Beberapa karyanya juga sempat dipamerkan dalam lomba desa dan mendapat juara. ‘’Banyak yang mengira saya lulusan sekolah kejuruan bidang kayu. Padahal saya lulusan madrasah aliyah,’’ pungkas Budi.*** (sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button