Pacitan

Kepulangan SBY tanpa Agenda Politik

Tak Menjamin Hasil Pilkada

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kepulangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Pacitan pekan lalu memang tidak membawa agenda politik. Presiden ke-6 RI itu pulang kampung untuk peletakan batu pertama pembangunan museum yang digagasnya.

Namun, karena kedatangan ketua umum DPP Partai Demokrat itu jelang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Pacitan 2020, suhu politik setempat menghangat.  ‘’Kalau dilihat dari kacamata politik, kehadiran SBY kemarin saya yakin ada dampaknya,’’ kata Mukodi, salah seorang pengamat politik di Pacitan, Selasa (25/2).

Meski begitu, Mukodi tak menjamin dampaknya memengaruhi hasil pilkada kelak. Terlebih, kedatangan SBY kali ini fokus pada pembangunan. ‘’Antara SBY ke sini (Pacitan, Red) atau tidak, signifikan dan tidaknya, kalkulasi yang menentukan,’’ ujar dosen bahasa dan sastra STKIP PGRI Pacitan itu.

Menurut Mukodi, berbeda dengan periode sebelumnya, demokrasi di Pacitan kali ini lebih bewarna. Tak hanya condong ke satu partai. Terlebih munculnya perspektif generasi milenial. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka memiliki jiwa pilih masing-masing. Pun mampu menimang visi-misi figur pemimpin yang dirasa cocok kelak.

‘’Sekarang ada perubahan pada generasi milenial. Arah politiknya bukan semata pada partai. Tapi, pada figur. Jadi, siapa pun yang direkomendasi partai politik, belum tentu memengaruhi keinginan masyarakat untuk memilihnya,’’ jelas pria yang juga wakil ketua 1 STKIP PGRI Pacitan itu.

Dia menambahkan, peluang emas memang milik pemegang rekomendasi Demokrat. Namun, tak menutup kemungkinan muncul pesaing dari oposisi. Terlebih jika Demokrat memutuskan mandiri mengusung bakal pasangan calon (bapaslon) tanpa koalisi.

‘’Jika partai lain berkumpul jadi satu dan mengusung figur baru yang kuat, bisa jadi mampu mengubah keadaan. Asal mesin politik jalan. Tidak menutup kemungkin bisa jadi (terpilih, Red) juga,’’ paparnya.

Mukodi menyarankan Demokrat menjaga penuh kans serta kantong-kantong suara miliknya. Jangan sampai diboyong partai lain. Terlebih, di tengah munculnya gagasan serta jiwa pemilih saat ini. Pun setiap partai tak mengabaikan potensi dukungan dari generasi milenial. ‘’Mungkin usia 40 tahun ke atas SBY minded, tapi generasi milenial jiwa pilihnya baru. Jika bisa diayomi tentu bisa berpengaruh,’’ ujarnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close