News

Kepala Negara Brunei Darussalam

×

Kepala Negara Brunei Darussalam

Share this article

Kepala Negara Brunei Darussalam – Menjadi putra sulung raja membuat Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mengemban tugas berat sejak kecil. Mengingat ia harus menggantikan ayahnya di masa depan, ia menjalani pelatihan fisik dan mental sejak dini.

Siapa sangka bakat bisnisnya menjadikannya raja terkaya di dunia dengan total kekayaan 20 miliar dolar (216,9 triliun rupiah). Ia adalah seorang raja yang tergila-gila pada kehidupan mewah.

Kepala Negara Brunei Darussalam

Betapa tidak, di istananya ia mengoleksi lebih dari 7.000 mobil super mewah, termahal, dan tercepat di dunia. Beragam perhiasan antik super mahal juga menjadi koleksi pribadinya.

Kepala Negara Akan Hadiri Ktt Asean Ke 42

Ia tetap menjalani kehidupan mewah meski telah melalui dua perceraian. Yang istimewa dari ketiga pernikahannya adalah ia dan suami pertamanya, yang menikah pada tahun 1965, menjadi kuat sejak saat itu. Bagaimana lika-liku kehidupan gemilang Sultan Brunei Darussalam?

Hassanal Bolkiah Muezaddin Wadullah lahir dari pasangan Sultan Omar Ali Siphodian III dan Raja Isti Pangiran Anak Damit pada tanggal 15 Juli 1946. Ia lahir di Istana Dar es Salaam sebagai putra pertama dari keluarga kerajaan.

Karena ia adalah putra pertama di keluarganya, maka ia seharusnya menjadi pewaris takhta Brunei. Tak heran, sejak kecil ia sudah siap menjadi pewaris ayahnya.

Ia menerima pendidikan swasta di istana Darul Hana. Hassanal kemudian dikirim ke Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia untuk melanjutkan studinya setelah kuliah di institusi bergengsi di Brunei.

Negara Asean Brunei Darussalam Dan Filipina Worksheet

Sedangkan latar belakang militernya diperoleh dari Royal Military Academy di Sandhurst, Inggris. Ia bahkan menyandang gelar kapten pada tahun 1967 di akademi tersebut karena dianggap paling berbakat. Pada tahun yang sama ia menerima penghargaan dari sebuah universitas di Rusia.

Baca Juga  Bagaimana Masyarakat Memanfaatkan Laut Pada Zaman Dahulu

Pada tahun 1961 ayahnya, Sir Omar, dinobatkan sebagai Sultan Hassanal sebagai putra mahkota kerajaan. Enam tahun kemudian ketika ayahnya turun tahta. Putra sulung Sir Omar ini mulai menduduki tahta kerajaan pada 5 Oktober 1967.

Hassanal secara resmi dikukuhkan dan dinobatkan sebagai raja melalui upacara kerajaan pada 1 Agustus 1968. Hassanal merupakan sultan ke-29 dari dinastinya, yang diyakini sebagai salah satu sultan tertua di dunia.

Meski sudah pensiun selama satu dekade, ayahnya tetap memegang kendali kepemimpinannya sebagai raja. Setelah kematian ibunya pada tahun 1979, Sir Omar sepenuhnya menarik diri dari urusan pemerintahan.

Tuliskan Nama Nama Kepala Negara Anggota Asean​

Sultan Hassanal dengan cepat mengambil alih posisinya di Kerajaan Brunei. Dia sering bepergian keliling negeri untuk mendengarkan permohonan rakyatnya dan mempromosikan dirinya ke takhta baru.

Pada tahun 1846, perdagangan Brunei mulai dipengaruhi oleh Inggris, dan pada tahun 1888 negara tersebut resmi menjadi koloni Inggris. Brunei terus terbelenggu di bawah kolonialisme Inggris hingga tahun 1959, ketika konstitusi pemerintahan Brunei akhirnya diambil alih oleh ayah Hassanal, Sir Omar.

Pada tahun 1962, beberapa orang dan anggota legislatif bertindak bersama-sama untuk memberontak dan mencopot Sir Omar dari jabatannya. Namun, dengan bantuan pasukan Inggris, pemberontakan tersebut berhasil dimenangkan.

Pola pemerintahan absolut diwariskan kepada putranya, Sultan Hassanal. Pada tahun 1979, Hasanal berhasil membuat perjanjian kerjasama dan persahabatan dengan Inggris.

Kepala Negara Brunei Darussalam, Indonesia, Dan Malaysia Menyerukan Gencatan Senjata Segera Di Jalur Gaza

Akhirnya pada tanggal 1 Januari 1984, Inggris membebaskan Brunei dan negara tersebut merdeka. Namun berbagai kontroversi pun muncul seiring hubungan kedua negara yang tetap baik.

Setelah kemerdekaan dari Inggris, Sultan Hassanal mulai membentuk birokrasinya sendiri, menggantikan orang buangan Inggris dengan orang Brunei. Ia juga memberantas korupsi.

Baca Juga  Deskripsikan Mengenai Pluralisme Suku Bangsa Indonesia

Karena bentuk pemerintahan Kerajaan Brunei Darussalam adalah monarki absolut, maka Sultan Hassanal menjabat sebagai kepala negara dan perdana menteri. Tak hanya itu, ia juga menjabat sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dan Keuangan. Sultan Hasanal dibantu oleh dewan penasehat Kesultanan dan beberapa menteri lainnya.

Sultan Hasanal merupakan salah satu raja terkaya di dunia dengan kekayaan 20 miliar dolar (216,9 triliun rupiah). Ia terkenal dengan kehidupannya yang super mewah. Dengan kekayaannya, ia bahkan menjadi orang terkaya di dunia sebelum akhirnya menduduki posisi tersebut oleh Bill Gates.

Residen Beserta Delegasi Melakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Malaysia, Brunei Darussalam Dan Filipina Untuk Melakukan Pertemuan Bilateral Dengan Masing Masing Kepala Negara

Sultan Hassanal memiliki minat yang sangat tinggi terhadap mobil termahal, unik, langka dan tercepat di dunia. Bayangkan, Sultan Hassanal mengoleksi lebih dari 7.000 mobil super mewah yang diproduksi di beberapa negara dunia. Mobil-mobil tersebut diantaranya adalah 531 mobil Mercedes Benz, 367 mobil Ferrari, 185 mobil BMW, 177 mobil Jaguar dan ribuan mobil mewah lainnya.

Kehidupan super glamornya juga ditandai dengan jet pribadi Airbus 340 berlapis emas senilai $220 juta. Tak hanya itu, pesawat pribadi lainnya adalah Boeing 747-400.

Tak heran jika bisnis migas Tanah Air mencetak banyak uang. Tak hanya itu, ia juga berinvestasi di beberapa perusahaan real estate internasional.

Tak hanya mengoleksi mobil, mereka juga gemar mengoleksi perhiasan mahal. Bahkan hanya untuk mencukur rambutnya, raja terkaya kedua di dunia ini tidak keberatan mengeluarkan uang sekitar 21 ribu dollar atau sekitar 234,9 juta rupiah.

Sd6ips Terampildancerdasips Sanusi

Pada tahun 1965, sebelum resmi diangkat menjadi raja, Sultan Hasanal menikah dengan saudaranya Pangiran Anak Saleha. Pernikahan tersebut merupakan hasil perjodohan keluarga.

Baca Juga  Jenis Energi Yang Digunakan Saat Meniup Seruling Adalah

Sultan Hasanal kemudian menikah untuk kedua kalinya dengan mantan pramugari Royal Brunei Airlines Haja Mariam. Meski menikah lagi, ia tidak memutuskan untuk menceraikan istri pertamanya.

Selama 21 tahun, dua ratu menemani raja seumur hidup. Keduanya selalu duduk bersama dan sepertinya tidak memiliki persaingan berarti.

Namun yang mengejutkan, pada Februari 2003 Sultan Hassanal memutuskan menceraikan istri keduanya. Mantan pramugari bernama lengkap Maryam Abdul Aziz itu telah dicopot semua gelar kerajaannya.

Ministry Of Education, Brunei Darussalam

Dua tahun kemudian, raja menikah dengan mantan presenter TV3 Malaysia Azrinaz Mazhar Hakim. Azrinz yang berusia 32 tahun lebih muda darinya memberinya satu orang putra.

Hanya berselang lima tahun, tepatnya pada tahun 2010, Sultan Hasanal menceraikan istri ketiganya. Ia pun bernasib sama dengan Mariam. Namun meski telah menceraikan istrinya, raja tak pernah berpisah dengan istri pertamanya hingga saat ini.

Dari seluruh pernikahannya, raja dikaruniai 11 orang anak, yaitu Al-Mohtadi Bilah, Abdul Azim, Abdul Malik, Abdul Matin, Abdul Wakil, Rashida, Muta-Wakila, Majida, Hafiza, Azma dan Fadzilla.

Sebagai putra pertama Al-Muhtadi Bila, ia dinobatkan sebagai putra mahkota yang kemudian menjadi penerus Sultan Hassanal yang memimpin Negara Brunei Darussalam. (saudara perempuan/egoku)

Menkominfo Sambut Hangat Pm Malaysia Anwar Ibrahim

* Fakta atau tipuan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang disebarkan, kirimkan pesan WhatsApp ke nomor verifikasi fakta 0811 9787 670 dengan memasukkan kata kunci yang diinginkan.

News

Apa Itu Boti – Danang Wisnu mendapat sambutan…