Madiun

Kemiringan Tanggul Kali Piring Semakin Menjadi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kemiringan tanggul Kali Piring yang ambrol semakin menjadi. Dari perhitungan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun, panjang tanggul yang ambrol mencapai 75 meter dan mengalami penambahan penurunan konstruksi sekitar 50 sentimeter. Karena itu, Selasa (4/2) tim gabungan dari DPUTR, BPBD, dan SAR Brimob melakukan perbaikan darurat di tanggul sungai yang ada di Kelurahan Pilangbango, Kartoharjo, Kota Madiun, tersebut.

Perbaikan darurat dilakukan dengan menambal empat titik lokasi yang ditengarai cukup parah. Penambalan itu diharapkan dapat menutup rongga-rongga konstruksi yang rawan tergerus jika debit air meningkat. ‘’Kami tutup rongga-rongga yang ambrol dengan material agar tidak sleding lagi,’’ kata Kabid Pengelola SDA dan Drainase DPUTR Kota Madiun Suyanto.

Dia menjelaskan, perbaikan darurat itu untuk mengurangi risiko banjir. Sebab, rawan jebol ketika debit air meningkat. Sementara perbaikan permanen baru dapat dilakukan secepatnya pada tahun depan. Namun, DPUTR tetap mengusulkannya pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. ‘’Jika memungkinkan, anggaran perbaikan tanggul akan dimasukkan dalam PAK,’’ janjinya.

Suyanto mengungkapkan alasan mengapa perbaikan harus menunggu. Sebab, anggaran yang dibutuhkan tidak kecil. Diperkirakan mencapai Rp 1,5-2 miliar. ‘’Pekerjaan hari ini kami tuntaskan, mengantisipasi hujan dan debit kembali naik,’’ ujarnya.

Menurutnya, perbaikan darurat itu cukup efektif untuk penanganan sementara. Terkait penyebab ambrolnya tanggul itu, Suyanto menyebut usia konstruksi tanggul telah uzur. Sebagaimana diketahui, tanggul tersebut dibangun sekitar 2008 lalu. ‘’Paling tidak, dapat bertahan hingga musim penghujan tahun ini agar air tidak meluber ke permukiman dan area persawahan warga,’’ tuturnya.

Selain itu, pihaknya menemukan adanya tanggul yang dilubangi untuk pengairan pompa air yang dialirkan ke sawah. Sehingga, konstruksi tanggul ambrol ketika debit air mulai meningkat. ‘’Air masuk lubang tersebut dan semakin lama konstruksi ambrol,’’ terang Suyanto.

BPBD Kota Madiun merekomendasikan perbaikan dapat segera dilakukan. Mengingat saat ini baru saja memasuki puncak musim penghujan. Risiko peningkatan debit air sulit terhindarkan. Pun, dikhawatirkan merusak konstruksi hingga menyebabkan tanggul jebol lebih parah. ‘’Kalau tidak segera ditangani, Kelun bisa kebanjiran. Tergenang ke permukiman dan persawahan,’’ imbuh Kasi Rehabilitasi BPBD Kota Madiun Marsudi Wibowo.

Penanganan darurat kemarin mengerahkan 20 personel BPBD. Pihaknya berharap penanganan itu dapat dilanjutkan pada level perbaikan konstruksi secara menyeluruh. ‘’Kerja bakti untuk penanganan sementara. Diharapkan ada perbaikan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

  1. Kayaknya sik pondasi kedalaman kurang terus tergerus air sehingga amblas, gak mungkin lah petani melobangi bagian pondasi.
    Piye bapak bapak ke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close