Advertorial

Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket Sembako kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Percepatan pemulihan ekonomi dan penanganan dampak pandemi Covid-19 mendapat dukungan dari Kemenkumham. Dukungan itu berupa penyaluran bantuan sosial (bansos) 46 ribu paket kepada masyarakat.

Menkumham Yasonna H. Laoly menyatakan, kebijakan PPKM Level 4 bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19. Bahkan, diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang. Pihaknya menyadari kebijakan itu berpengaruh pada kegiatan ekonomi-sosial masyarakat dan berdampak terhadap sulitnya warga memenuhi kebutuhan hidup.

“Insan pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial Kumham Peduli, Kumham Berbagi mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial secara simbolis, Kamis (29/7).

Adapun bansos yang diberikan Kemenkumham sebanyak 46.614 paket sembako dan dana sosial sebesar Rp 700 juta. Bantuan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula, mi instan, sarden, dan susu itu disalurkan kepada 43.558 keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Serta 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar korona.

Sedangkan, dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang berada di daerah PPKM Level 4. Seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. “Kegiatan kami pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna.

Dia menambahkan, kegiatan ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan langkah-langkah maksimal dalam penanganan dampak pandemi. Salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro. “Bantuan sosial tersebut tidak hanya menyentuh kepada masyarakat yang berada di wilayah perkotaan, namun juga kepada saudara-saudara kita yang berada di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain,” terang Yasonna.

“Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang secara langsung terdampak pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yasonna juga mengapresiasi tugas para insan pengayoman. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan kesadaran,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkumham Andap Budhi Revianto mengatakan, selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilakukan secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini,” kata Andap. “Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan dan kesadaran dari masyarakat,” lanjutnya.

Dia berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada, jangan cemas, dan selalu berpikir positif yang disertai optimisme. “Tentunya juga selalu patuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi,” pungkasnya. (rio/her/*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button