AdvertorialMagetan

Kemenkominfo Bedah Buku Bupati Magetan Suprawoto

Ditulis berkat Kerisauan

JAKARTA, Jawa Pos Radar Magetan – Selain piawai dalam mengelola pemerintahan, Bupati Magetan Suprawoto juga andal untuk urusan menulis buku. Salah satu karyanya bahkan dibedah oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Selasa (10/12). Yakni, buku berjudul Government Public Relations: Perkembangan dan Praktik di Indonesia. Acara bedah buku tersebut digelar di ruang serbaguna gedung Kemenkominfo yang dihadiri oleh kementerian dan lembaga lain.

Buku kedelapannya itu ditulis Kang Woto, sapaan akrabnya, saat masih menjabat sebagai sekretaris jenderal (sekjen) Kemenkominfo. Bermula saat dia menghadap Presiden Joko Widodo saat diajak Menteri Kominfo Rudiantara. Ternyata Jokowi bingung tugas kehumasan. Sebab, masyarakat tak mengetahui pembangunan yang sudah dilaksanakan. Kang Woto risau dan mulai menulis berdasarkan hasil riset yang dilakukan. “Saya risau karena orang menganggap tugas humas pemerintah itu sesuatu yang remeh,” ujarnya.

KOMPAK: Bupati Magetan Suprawoto saat berfoto bersama undangan bedah buku Government Public Relations.

Menurutnya, humas pemerintah berbeda jauh dengan perusahaan swasta. Humas perusahaan hanya perlu menguasai tentang perusahaannya.  Yakni, public relations dan stakeholder. Sedangkan humas pemerintah harus menguasai semua lini. Selain public relations dan stakeholder, juga seluruh masyarakat. Sedangkan selama ini masih jarang ada referensi yang bisa dijadikan rujukan para aparatur sipil negara (ASN) tersebut. “Humas pemerintah ibaratnya harus menguasai orang yang masih berada dalam kandungan sampai meninggal,” tuturnya.

Dalam buku 12 bab itu, perkembangan humas dari waktu ke waktu juga ditulis. Pada masa Orde Baru, kerja humas sangat mudah. Diibaratkannya, mereka hanya perlu menjaga sakelar listrik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat tergantung dari permintaan humas. Hal itu bertolak belakang dengan kondisi saat ini. “Saya mengisi ruang kosong yang orang lain belum tulis,” katanya.

Sekjen Kemenkominfo Niken Widiastuti mengatakan, bedah buku karya Kang Woto tersebut menjadi momentum bagus. Buku tersebut menjadi referensi penting bagi kehumasan. Selama ini memang belum banyak referensi yang bisa digunakan para ASN. Apa yang ditulis Kang Woto menurutnya bukan sekadar teori, melainkan praktik di lapangan selama ini. “Beliau sudah meninggalkan Kemenkominfo 2 tahun dan sekarang kami mendapatkan kesempatan bagus untuk membedah buku karya beliau,” ucapnya. (humpro/c1/bel/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button