Ponorogo

Kemendes Dampingi Ponorogo Entaskan Kemiskinan Kritis

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kabar baru dari Bapak Menteri bahwa tahun depan ada program penanganan kemiskinan akut. Ponorogo bakal mendapat pendampingan khusus dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem atau kritis itu. Yakni, kondisi di mana seorang warga negara hanya memiliki penghasilan Rp 358.232 per bulan (berdasarkan garis kemiskinan ekstrem nasional 2021). ‘’Masih adanya kemiskinan ekstrem ini karena lemahnya data di lapangan,’’ kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Jumat (24/9).

Menurut dia, pemerintah desa (pemdes) harus bekerja keras mendata warganya yang masuk kategori miskin kritis. Sebab, Badan Pusat Statistik maupun Kementerian Sosial selama ini belum memegang data itu. Halim meyakini pemdes yang lebih paham kondisi riil di lapangan. Berbekal data valid tentang kemiskinan itu, Kemendes PDTT akan memetakan program. ‘’Kami bantu analisis pemetaannya,’’ janji Halim.

Sejalan dengan angan Mendes PDTT, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku telah membuat program pemberdayaan masyarakat miskin. Bahkan, sudah dipetakan hingga tercatat 7.000 warga masuk kategori sangat miskin. Jika Kemendes PDTT kelak melakukan pendampingan khusus, maka nasib ribuan warga itu bakal segera terentas. ‘’Terima kasih kalau Kemendes PDTT memberi perhatian khusus ke Ponorogo,’’ ucap Sugiri.

Mendes PDTT saat berkunjung ke Ponorogo kemarin sempat meresmikan BUMDes Bersama Badegan Lestari. BUMDes bersama itu dikelola seluruh kepala desa (Kades) di Kecamatan Badegan. Sebagai komisaris adalah Kades Badegan Didik Suyanto. BUMDes Bersama Badegan Lestari adalah yang pertama di Ponorogo dengan kantor berlantai dua. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button