Ngawi

Keluarkan Bau Busuk, Satpol PP Ngawi Tindak Tegas Peternakan Ayam Broiler

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tindakan tegas diambil Satpol PP Ngawi.  Korps penegak perda melarang usaha peternakan ayam broiler di Dusun Alas Pecah, Desa/Kecamatan Geneng, beroperasi. Langkah itu dilakukan lantaran usaha tersebut bodong alias tidak berizin.

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono mengatakan, sebelumnya pihaknya menerima pengaduan warga sekitar. Mereka mengeluhkan bau busuk dari kandang tersebut yang dinilai sangat mengganggu. ‘’Setelah kami cek di lapangan ternyata benar,’’ ujar Arif Rabu (24/7).

Inspeksi mendadak (sidak) itu dilakukan satpol PP bersama sejumlah pejabat dari dinas lingkungan hidup (DLH) dan dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).

Dari keterangan yang didapat petugas, usaha peternakan berkapastitas 58 ribu ekor itu milik BY, warga Desa Tambakromo, Geneng. Namun, saat sidak kemarin BY sedang di luar kota. ‘’Hanya ada beberapa karyawan di lokasi. Karena belum ketemu, ya nanti kami undang pemiliknya ke kantor untuk menindaklanjutinya,’’ tutur Arif.

Jika nanti sudah bertemu langsung pemiliknya, pihaknya bakal meminta kandang tidak diisi dulu sebelum perizinannya klir. Pun, pihaknya tak segan menempuh jalur hukum jika kelak permintaan itu tidak diindahkan. ‘’Saya kira toleransi pemkab sudah cukup. Usaha itu sudah berjalan tiga tahun lalu,’’ ungkapnya.

Kabid Perizinan DPMPTSP Ngawi Budiono yang juga ikut dalam sidak kemarin membenarkan bahwa peternakan ayam tersebut belum memiliki izin sama sekali. Karena itu, standardisasi usahanya bisa jadi belum terpenuhi. Mulai kondisi kandang hingga pengolahan limbahnya. ‘’Belum pernah mengajukan (izin). Kami juga baru tahu ada kandang ini setelah muncul pengaduan warga,’’ sebutnya.

Soal upaya penghentian sementara yang dilakukan satpol PP, Budiono menilai merupakan solusi terbaik. Sebab, selain aturan harus ditegakkan, pihaknya tidak ingin iklim investasi di Ngawi terganggu. ‘’Selama ini pemerintah mendukung setiap warga yang mau berinvestasi. Tapi, semua harus legal,’’ paparnya.

Sementara itu, salah seorang karyawan usaha peternakan ayam tersebut mengatakan bahwa sejatinya kandang sudah saatnya diisi. Namun, setelah ada sidak kemarin dia hanya bisa menunggu perintah pemilik usaha. ‘’Belum tahu mau gimana, nunggu bos datang dulu,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button