Ngawi

Keluarga Sudir pun Tak Perlu Beli Elpiji atau Kayu Bakar

Kandungan gas alam di sejumlah sumur Dusun Pilang, Ngompro, Pangkur, membawa berkah bagi warga setempat. Sudiriyanto, misalnya, mengalirkannya ke dapur untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

==============

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

PIPA dengan ujung berwarna hitam itu tampak menjulur dari tungku di dapur Sudiriyanto. Pipa itu dilengkapi beberapa keran penutup di tengahnya dan tersambung dengan material serupa hingga ke luar area rumah.

Dengan peranti itu pula keluarga Sudiriyanto menggunakannya sebagai sumber energi tungku untuk memasak sehari-hari. ‘’Ini pakai gas alam, teknis pemakaiannya sama seperti elpiji,’’ ujar Sudiriyanto.

Sudah lima tahun keluarga Sudir –sapaan Sudiriyanto- menggunakan gas alam untuk memasak. Berawal saat warga Dusun Pilang, Ngompro, Pangkur, itu menggali sumur di belakang rumahnya. Meski beberapa meter tanah digali, air tak kunjung keluar.

Namun, Sudir tidak menyerah. Dia terus menggali hingga mencapai kedalaman 100 meter dari permukaan tanah. ‘’Akhirnya air keluar juga. Waktu itu di desa sini masih jarang yang buat sumur dalam,’’ katanya.

Tak disangka, air yang keluar dari sumur itu diwarnai gelembung berbau gas. Sempat bingung lantaran air tak dapat dikonsumsi, akhirnya bapak dua anak itu mendapat ide brilian. Bermodal pipa sepanjang 12 meter dan sejumlah peranti lainnya, gas dialirkan ke dapur untuk memasak.

Meski harus menggali sumur baru, sumber gas tersebut berhasil dimanfaatkan pria yang hanya lulusan SD tersebut. Hampir sepanjang tahun, gas tersebut tak pernah padam. Pun, nyala apinya tergolong besar, meski tidak sepanas pembakaran dari kayu bakar atau elpiji.

Sudir hanya sedikit kerepotan saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Sebab, aliran gas kerap macet. ‘’Warnanya masih merah kekuningan, kadang juga biru, tergantung kualitas gasnya,’’ terang pria 50 tahun itu.

Sejauh ini hasil masakan menggunakan kompor berenergi gas sumur itu tidak menimbulkan bau aneh maupun dampak lain. Pun, mampu menghemat pengeluaran lantaran diambil dari perut bumi secara cuma-cuma. ‘’Kalau pakai elpiji jelas harus keluar duit. Sekarang cari kayu juga sulit,’’ ungkapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button